Connect with us

Bank

20 Tahun Berkarir, Royke Jadi Bos Baru Bank Mandiri

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Karir Royke Tumilaar melejit. Dalam kurun waktu 20 tahun berkarir di dunia perbankan, pria kelahiran tahun 1964 itu akan segera menyandang status Direktur Utama (Dirut) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Royke menggantikan Kartika Wirjoatmodjo, Dirut Bank Mandiri sebelumnya. Sementara Kartika Wwrjoatmodjo sudah ditarik ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Wakil Erick Thohir.

“Pak Royke kan, sudah (ditetapkan),” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Senin, (9/12/2019).

Jabatan tersebut resmi disandang Royke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya bakal digelar siang ini. Bersamaan dengan itu, Royke juga akan menanggalkan jabatan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri.

Selain Royke, Erick juga menunjuk ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib sebagai Wakil Komisaris Utama (Wakomut).

“Alhamdulillah Pak Chatib Basri yang bekas menteri keuangan bsia membantu Bank Mandiri, supaya bisa juga bersaing di Asia Tenggara, tapi juga terus berkembang di Indonesia,” kata Erick.

Sebagai informasi, Royke bergabung dengan perusahaan pelat merah ini pada 1999 melalui Bank Dagang Negara (BDN). BDN digabungkan dengan Bank Bumi Daya, Bank Ekspor Impor Indonesia (Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) menjadi Bank Mandiri pada Juli 1999. Saat itu, Royke menduduki posisi Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Pada 2007, Royke dipromosikan menjadi Group Head Regional Commercial Sales I. Pada Agustus 2009, ia merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas. Pada Mei 2010, dia ditunjuk menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan setahun kemudian.

Pada Mei 2011, Royke pun diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions and Special Asset Management. Sebelumnya akhirnya Royke ditunjuk sebagai Direktur Corporate Banking hingga saat ini.

Baca Juga:  Kembangkan Bandara Dewadaru, Pemerintah Siapkan Rp 70 M

Berdasarkan situs perusahaan, Royke meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Manajemen dari Universitas Trisakti pada tahun 1987. Kemudian Royke mendapatkan gelar Master of Business Finance dari University of Technology Sydney pada 1999.

Bank

Bank DKI Terbitkan NCD Senilai Rp1,88 Triliun

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Bank DKI menerbitkan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) perdana senilai Rp1,880 triliun dengan tenor hingga 24 bulan. Dana hasil penerbitan surat utang akan dipergunakan untuk meningkatkan aset produktif dan memperkuat struktur pendanaan perusahaan.

Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo mengatakan, nilai awal yang diterbitkan ini melebihi 1,8 kali dari target yang direncanakan atau oversubscribed. “Hal ini menandakan tingkat kepercayaan investor yang tinggi terhadap Bank DKI sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya, sebagaimana dikutop dari laman resmi berita Pemprov DKI Jakarta, Selasa (17/12).

Menurutnya, NCD yang diterbitkan terbagi atas Serie A sebesar Rp660 miliar dengan tenor tiga bulan dan yield sebesar 6,20 persen jatuh tempo 11 Februari 2020. Lalu, Serie B sebesar Rp1,03 triliun dengan tenor 12 bulan dan yield sebesar 6,95 persen, jatuh tempo 11 November 2020.

Terakhir adalah Serie C sebesar Rp190 miliar dengan tenor 24 bulan dan yield paling tinggi sebesar 7,25 persen yang akan jatuh tempo 11 November 2021. “Dana yang diperoleh dari penerbitan NCD ini akan dipergunakan untuk meningkatkan asset produktif dan memperkuat struktur pendanaan,” kata Sigit.

Dalam penerbitan NCD perdana ini, jelas Sigit, pihaknya menggandeng lima perusahaan sekuritas sebagai joint arranger, yaitu BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.

Baca Juga:  Omnibus Law Dikhawatirkan Merusak Keragaman Hayati
Continue Reading

Bank

Wamen BUMN Jadi Komut Bank Mandiri, Ini Pertimbangannya!

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Wakil Menteri (Wamen) BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Kartika Wirjoatmodjo resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggantikan Hartadi Sarwono, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Staf Khusus Kementerian BUMN bidang Komunikasi Publik, Arya Sinulingga mengatakan, penunjukan Kartika sebagai Komut Bank Mandiri mempertimbangkan pengalamannya yang sudah tidak diragukan lagi. Terlebih, Kartika juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) di bank pita emas tersebut. Sehingga mengetahui bagaimana skema bisnis perseroan ke depan.

“Kan beliau paham dengan bisnis Mandiri,” ujar Arya saat ditemui usai diskusi publik BUMN Going Global di Novotel, Jakarta Pusat, Selasa, (10/12/2019).

Menurut Arya, tak ada tugas khusus yang diamanatkan kepada Tiko (sapaan akrab Kartika) dalam mengemban amanah komisaris di Bank Mandiri.

Dalam kesempatan tersebut, Arya menjelaskan bahwa Kementerian BUMN tengah memperkuat peran komisaris di tubuh perseroan. Sebab, selama ini, komisaris seringkali diacuhkan oleh jajaran direksi.

“Komisaris banyak dicuekin, mereka (komisaris) digaji besar-besar tapi tidak dimanfaatkan. Karena direksi dikit-dikit ke deputi, makanya peran komisaris akan kami perkuat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tiga Opsi Pemerintah Tekan Harga Gas
Continue Reading

Bank

Bidik 3 Negara, Ini Pertimbangan Bank Mandiri

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana berekspansi ke pasar ASEAN. Ada tiga negara yang dibidik oleh perbankan dengan logo pita emas ini. Tiga negara tersebut adalah, Filipina, Vietnam dan Malaysia.

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, pilihan Filipina, Vietnam dan Malaysia mempertimbangkan optimisnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut. Selain itu, karena banyaknya perusahaan asal Indonesia yang ekspansi ke sana.

Oleh karena itu, di tiga negara tersebut, perseroan bakal menggarap bisnis konsumer, pembiayaan mikro dan retail. Sebab, di negara-negara tersebut, tidak banyak perbankan di sana yang menggarap bisnis di segmen tersebut.

“Lebih kepada consumer dan micro financing. Karena tidak banyak bank yang meng-cover segmen tersebut saat ini,” ujarnya dalam Konferensi Pers usai RUPSLB di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, (9/12/2019).

Darmawan menjelaskan, perusahaan akan ekspansi ke Filipina dengan cara mengakuisisi bank lokal. Sedangkan di Vietnam dan Malaysia, perseroan akan memulai bisnisnya dari nol.

“Kalau Filipina kami lebih akuisisi. Vietnam kami akan establish (mendirikan) yang baru. Demikian juga di Malaysia,” katanya.

Darmawan menambahkan, untuk mengeksekusi rencana ekspansi tersebut, Bank Mandiri akan mengoptimalisasi modal yang dimiliki perseroan.

“Kalau memang kami lihat ini mendukung jangka panjang kami, mungkin bisa kami lakukan. Tapi kalau sekarang kami lihat secara jangka menengah masih lebih optimal untuk fokus di dalam negeri, apalagi membesarkan anak usaha kita. Itu jadi pilihan, yang ekspansi luar negerinya tetap bisa dilakukan setelah itu,” tandasnya.

Baca Juga:  Tiga Opsi Pemerintah Tekan Harga Gas
Continue Reading

POPULAR