Connect with us

Bank

BCA Bakal Suntikan Dana Rp 50 Miliar untuk CCV

Restu Fadilah

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Bank Central Asia (BCA) Tbk bakal menyuntikan dana sebanyak Rp 50 miliar untuk anak usahanya PT Central Capital Ventura (CCV). Hal ini melihat adanya potensi investasi yang bagus di CCV.

“Kami prinsipnya akan menyediakan dana kalau memang itu positif. Saya belum ingat sih, tapi tidak banyak paling Rp 50 miliar,” ujar Presiden Direktur BCA, Jahjah Setiatmadja di sela acara Finhacks 2019 di Hall Senayan City, Jakarta, Sabtu, (23/11/2019).

Dana tersebut akan digunakan oleh CCV untuk memberikan pendanaan kepada perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang financial technology (fintech).

Sebelumnya, CCV menyatakan masih ada lim hingga enam entitas fintech yang tengah dibidik oleh perseroan. Kriteria perusahaan yang bisa mendapatkan modal dari CCV adalah fintech rob advisory, cybersecurity, core technology, dan sebagainya.

Direktur CCV Michelle Suteja menyatakan, terdapat syarat utama untuk mendapatkan modal dari perusahaan modal ventura milik PT Bank Central Asia Tbk ini, paling tidak sudah dalam tahap Pra-seri atau Seri A. Ia menambahkan CCV biasanya mencari start up finteh yang telah meluncurkan produk mereka.

Adapun hingga Maret 2019 sudah ada 14 entitas fintech yang didanai. Namun sayangnya, CCV belum mau menjelaskan secara detil berapa total pembiayaan yang diberikan kepada mereka.

Baca Juga:  Lindungi Nasabah, BCA Bakal Gunakan Teknologi Blockchaint

Bank

20 Tahun Berkarir, Royke Jadi Bos Baru Bank Mandiri

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Karir Royke Tumilaar melejit. Dalam kurun waktu 20 tahun berkarir di dunia perbankan, pria kelahiran tahun 1964 itu akan segera menyandang status Direktur Utama (Dirut) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Royke menggantikan Kartika Wirjoatmodjo, Dirut Bank Mandiri sebelumnya. Sementara Kartika Wwrjoatmodjo sudah ditarik ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Wakil Erick Thohir.

“Pak Royke kan, sudah (ditetapkan),” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Senin, (9/12/2019).

Jabatan tersebut resmi disandang Royke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya bakal digelar siang ini. Bersamaan dengan itu, Royke juga akan menanggalkan jabatan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri.

Selain Royke, Erick juga menunjuk ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib sebagai Wakil Komisaris Utama (Wakomut).

“Alhamdulillah Pak Chatib Basri yang bekas menteri keuangan bsia membantu Bank Mandiri, supaya bisa juga bersaing di Asia Tenggara, tapi juga terus berkembang di Indonesia,” kata Erick.

Sebagai informasi, Royke bergabung dengan perusahaan pelat merah ini pada 1999 melalui Bank Dagang Negara (BDN). BDN digabungkan dengan Bank Bumi Daya, Bank Ekspor Impor Indonesia (Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) menjadi Bank Mandiri pada Juli 1999. Saat itu, Royke menduduki posisi Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Pada 2007, Royke dipromosikan menjadi Group Head Regional Commercial Sales I. Pada Agustus 2009, ia merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas. Pada Mei 2010, dia ditunjuk menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan setahun kemudian.

Pada Mei 2011, Royke pun diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions and Special Asset Management. Sebelumnya akhirnya Royke ditunjuk sebagai Direktur Corporate Banking hingga saat ini.

Baca Juga:  BCA Batasi Penyaluran Kredit Valas, Kenapa?

Berdasarkan situs perusahaan, Royke meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Manajemen dari Universitas Trisakti pada tahun 1987. Kemudian Royke mendapatkan gelar Master of Business Finance dari University of Technology Sydney pada 1999.

Continue Reading

Bank

BCA Bakal Rilis Kartu Flazz Baru, Bisa Top Up di m-Banking

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kabar gembira datang bagi para penguna uang elektronik. Sebab PT Bank Central Asia bakal meluncurkan kartu Flazz terbaru.

Nantinya, Kartu Flazz generasi kedua ini akan memiliki kecanggihan berupa top-up atau isi ulang saldo Flazz BCA melalui aplikasi Mobile Banking BCA. Dengan begitu, Anda cukup mengandalkan sentuhan jari di layar ponsel tanpa perlu lagi datang ke gerai ATM untuk mengisi saldo Flazz BCA.

“Ini bocoran, kami persiapkan supaya flazz card kita bisa top up dengan aplikasi jadi tanpa harus ke ATM, sekarang kan harus ke ATM harus ke kantor cabang untuk top up flazz,” ujar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja ditemui di Menara BCA, Jakarta Pusat, Selasa, (4/12/2019).

Rencananya, layanan ini bisa efektif berjalan pada akhir 2019 ini.

“Persiapan ke arah itu sudah terus dilakukan, mudah-mudahan akhir tahun ini bisa kita launch Flazz card baru yang bisa top up melalui aplikasi. Jadi, Anda tidak usah ke ATM,” jelasnya.

Jahja menambahkan, untuk tahap awal akan diterbitkan kartu uang elektronik sebanyak 200.000 kartu. Selanjutnya, akan menyusul sesuai permintaan.

“Kami rasa bisa terkejar. Kami akan terbitkan sekitar 200.000 kartu untuk gelombang pertama. Sesuai permintaanlah,” tandasnya.

Baca Juga:  GWM Turun, BCA Dapat Tambahan Likuiditas Rp 3,3 Triliun
Continue Reading

Bank

BCA Bakal Suntik Bank Royal Rp 700 Miliar

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Bank Central Asia (BCA) Tbk makin serius menggarap segmen bisnis digital. Setelah resmi mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia, perusahaan dengan kode emiten BBCA itu bakal menyuntikan dana sebanyak Rp 700 miliar kepada perseroan.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, modal tersebut nantinya bakal dipakai untuk memenuhi kebutuhan perseroan dalam mengelola bisnis digital bank. Selain itu, dana tersebut juga akan dipakai untuk mendorong Bank Royal agar naik kelas menjadi Bank BUKU II dengan modal inti Rp 1 triliun.

Saat ini, Bank Royal masuk dalam kelompok Bank BUKU I. Per September 2019, modal inti Bank Royal tercatat hanya sebesar Rp 319,71 miliar. Artinya, Bank Royal butuh tambahan modal sekitar Rp 700 miliar agar bisa naik kelas ke BUKU II.

“Tambahan modal sekitar Rp 700 miliar, kami siapkan,” ujarnya ditemui di Menara BCA, Jakarta Pusat, Selasa, (3/12/2019).

Jahja menjelaskan, Bank Royal akan mengandalkan internet untuk menjangkau nasabah, sehingga tidak akan memiliki kantor cabang. Terlebih, sasaran yang bakal dibidik adalah kalangan milenial. Hal ini melihat potensi milenial di Indonesia yang konsumtif.

“Kebutuhan masyarakat milenial ini kan banyak sekali. Kaum milenial ini kan juga ingin menabung, tapi menabungnya tidak sama seperti model senior milenial dulu. Kalau milenial dulu menabung untuk masa depan, kalau sekarang untuk jalan-jalan,” katanya.

Ia menargetkan, bank berbasis digital ini dapat beroperasi pada 2020 mendatang. Adapun jika akhirnya bank digital ini terealisasi, maka nama Bank Royal juga akan berubah.

“”Iya, cuma mungkin Bank Royal jadi Bank Irit. Kan namanya juga royal, bisa saja irit. Saya tidak tahu,” pungkasnya.

Baca Juga:  Fintech yang Tawarkan Transfer antar Bank Kian Menjamur, Ini Respon BCA
Continue Reading

POPULAR