Connect with us

Korporasi

Erick Thohir Akan Batasi Pembentukan Anak Usaha

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang memiliki niatan untuk membentuk anak usaha tampaknya harus mengurungkan niatnya. Sebab Menteri BUMN, Erick Thohir akan membatasi pembentukan anak usaha perseroan.

Erick menjelaskan, pembatasan pembentukan anak usaha dilandasi banyaknya BUMN yang saat ini memiliki anak usaha, namun bukan memberi keuntungan kepada induk malah membebani. Akibatnya membuat induk BUMN yang tadinya untung malah menjadi buntung. 

“Tadi dari komisi enam bilang, pembentukan anak dan cucu itu lebih kerdilkan perusahaan-perusahaan yang tadinya sudah untung. Lihat PT Krakatau Steel anak usahanya berapa 60 anak usaha dengan utang mencapai Rp 40 triliun. Dan saya rasa, saya sepakat dengan pendapat para wakil rakyat tersebut,” ujar Erick di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin, (2/12/2019).


Mantan pemilik club sepak bola Inter Milan  juga bakal membubarkan anak usaha BUMN yang tak jelas pembentukannya. Hal ini melihat minimnya sumbangsih keuntungan dari ratusan perusahaan milik negara tersebut.


Betapa tidak, dari 142 BUMN yang ada di Indonesia hanya 15 perusahan BUMN saja yang rajin menyetor keuntungan kepada BUMN. 


“Ya bisa saja (anak usaha dibubarkan). Tadi sudah saya sampaikan dari Rp 210 triliun keuntungan, mungkin 70% hanya 15 perusahaan. Saya rasa dengan BUMN 142 dengan anak cucunya lebih baik mana? Lebih baik kita lebih kecil, lebih sehat, tapi lebih cepat,” kata Erick.


Namun Erick sadar bahwa wacana tersebut perlu memiliki landasan hukum yang kuat. Makanya, ia berencana untuk membuat Peraturan Menteri (Permen). Aturan tersebut nantinya akan mengatur apa saja yang menjadi syarat-syarat pembentukan anak usaha BUMN.


“Soal Permen tadi sudah disampaikan dan sedang kami usulkan bahwa dalam pembentukan anak atau cucu usaha perlu ada alasan, tidak main bentuk-bentuk saja,” katanya.

Baca Juga:  Garuda Selundup Moge, Erick Belum Bertindak

Selain alasan yang jelas, pembentukan anak usaha BUMN, juga harus selaras dengan bisnis induknya.
Erick menambahkan, wacana pembuatan Permen perlu dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Kementerian lainnya. Adapun di sisi lain, Erick akan meninjau beberapa Peraturan Pemerintah (PP) bersama Menteri Keuangan. PP yang ditinjau ialah PP Noomor 43 Tahun 2003 dan PP Nomor 23 Tahun 2003.

Korporasi

Inka Ekspor Kereta Senilai Rp 134 Miliar ke Filipina

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA –PT Inka (Persero) menggelar kegiatan ekspor dua rangkaian kereta diesel multiple unit (DMU) ke Filipina. Kereta tersebut merupakan pesanan Philippine National Railways (PNR) dengan nilai kontrak senilai 485 juta Peso atau setara Rp 134 miliar.

Pengiriman dua unit kereta dilakukan pada akhir November lalu di Pelabuhan Jamrud Tanjung Perak Surabaya dan sampai di pelabuhan Manila pada Sabtu (7/12/2019) lalu. Dalam pelepasan pengiriman ditinjau langsung oleh Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro.

DMU Filipina ini memiliki spesifikasi 1 rangkaian terdiri dari 3 kereta. Dengan deain kursi berhadap-hadapan menunjang kapasitas angkut penumpang untuk rute dalam kota, yakni antar Stasiun Tutuban ke Stasiun Alabang. Nilai kontrak 2 DMU tersebut sebesar Rp 134 Miliar.

Selain memproduksi 2 rangkaian DMU ini, Inka juga sedang memproduksi pesanan dari Philippine National Railways lainnya. Yakni, 4 DMU dengan nilai kontrak 1 miliar Peso atau Rp 296 miliar, serta 3 lokomotif dan 15 kereta penumpang dengan nilai kontrak 1,3 miliar Peso atau Rp 362 miliar.

Alhasil, keseluruhan nilai kontrak yang diraih Inka untuk pengadaan kereta Philippines National Railways sejumlah Rp 792 miliar.

Baca Juga:  Garuda Selundup Moge, Erick Belum Bertindak
Continue Reading

Korporasi

Candra Asri Resmikan Pabrik Petrokimia Senilai Rp 5,3 Triliun

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk meresmikan pabrik petrokimia senilai US$ 380 juta atau setara Rp 5,3 triliun. Pabrik yang memproduksi produk polyethylene berkapasitas 400.000 ton per tahun tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (6/12/2019).

Erwin Ciputra, Presiden Direktur Candra Asri mengatakan, saat ini kebutuhan bahan baku petrokimia berupa polyethylene sebagian besarnya masih diperoleh secara impor. Oleh sebab itu, beroperasinya pabrik anyar di Cilegon, Banten ini diharapkan dapat mensubsitusi impor sekaligus menghemat devisa.

“Inilah alasan kami untuk fokus pada peningkatan kapasitas demi memenuhi permintaan domestik. Peningkatan kapasitas pabrik polyethylene Chandra Asri diharapkan dapat mensubstitusi impor dan menghemat devisa negara hingga Rp 8 triliun,” kata Erwin dalam siaran pers.

Saat ini, kebutuhan domestik polyethylene yang mencapai 2,3 juta ton saban tahun. Sementara, kapasitas produksi nasional baru 780.000 ton per tahun. Alhasil, Indonesia masih masih mengimpor produk petrokimia tersebut sebanyak 1,52 juta ton setiap tahun.

Dengan tambahan kapasitas produksi dari pabrik baru sebanyak 400.000 ton per tahun, total kapasitas produksi emiten dengan kode TPIA tersebut bertambah menjadi 736.000 ton per tahun.

Tambah Investasi Rp 80 T

Selain membangun pabrik baru, Candra Astri juga berencana membangun komplek pabrik petrokimia kedua. Rencananya, perusahaan tersebut akan mengucurkan investasi sekitar Rp 60 triliun hingga Rp 80 triliun dengan target operasi pada 2024 mendatang.

Presiden Jokowi menyatakan dukungan terhadap rencana perusahaan tersebut. “Feeling saya mengatakan, 4 tahun lagi kita, 3 atau 4 tahun lagi kita sudah tidak mengimpor lagi yang namanya bahan-bahan petrokimia dan justru bisa kita ekspor,” kata ketika menyampaikan sambutan sebagaimana dikutip dari laman Sekretaris Kabinet.

Baca Juga:  Proyek Piktif PT Waskita, KPK Kembali Periksa Fathor Rachman

Ekspor bahan kimia sekarang kini hanya mencapai Rp 124 triliun, sedangkan impor bahan kimia saat ini Rp 317 triliun. Sehingga, masih defisit Rp 193 triliun. “Jangan berikan peluang-peluang seperti ini ke negara lain. Kalau kita bisa membuat sendiri kenapa kita harus impor,” kata Jokowi.

Continue Reading

Korporasi

Vero, Perusahaan PR Asal Thailand Ekspansi ke Indonesia

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Vero, Perusahaan PR dan Agensi yang bermarkas di Thailand mengembangkan sayapnya di Indonesia. Perusahaan ini mengumumkan telah membuka kantor barunya di Jakarta.

Pawares Wongpethkao, Chief Digital and Growth Officer Vero mengatakan, wilayah ASEAN adalah salah satu zona ekonomi terbaik di dunia dan dengan populasi 261 juta orang, dan Indonesia termasuk dalam kategori pemain utama. Diperkirakan bahwa perkembangan Indonesia akan menempatkan negara ini di urutan kelima ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami merasa senang mengerjakan kampanye serta bermitra di Indonesia, dan kami merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuka kantor kami sendiri, membangun tim sendiri dan mengutamakan pola pikir digital,” kata dia keterangan yang diterima KORPORAT, Jumat (6/12/2019).

Dengan menambah kantor baru, maka kantor Vero berjumlah menjadi empat dan meningkatkan jumlah karyawan ke hampir 100 profesional di Asia Tenggara. Selain Indonesia, Vero telah memiliki kantor di Thailand, Myanmar dan Vietnam.

“Kami sangat senang membawa gaya komunikasi kami ke pasar ini,” kata Pawares. Sayang ia tidak menyebutkan secara detail investasi yang dikeluarkan perusahaannya untuk melakukan ekspansi di Tanah Air.

Brian Griffin, selaku Managing Director menambahkan, Indonesia diharapkan menjadi tambahan baru yang bagus untuk keluarga perusahaan Vero. “Tim baru kami di Jakarta sangat cocok dengan agensi modern yang kami buat di wilayah Asia Tenggara ini. Kantor baru ini membantu kami melayani klien yang sudah ada dan yang baru dengan lebih baik karena banyak di antaranya yang memprioritaskan Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan,” ujarnya.

Vero sekarang melayani berbagai klien dengan kebutuhan multi-negara di seluruh Asia Tenggara. Pada tahun 2017, Vero dinobatkan sebagai Agency of the Year Asia Tenggara oleh Holmes Report.

Baca Juga:  Garuda Selundup Moge, Erick Belum Bertindak

Tahun ini, PR WEEK memberi Vero dua penghargaan regional, Campaign of the Year untuk Asia Tenggara dan Cause Related Campaign of the Year untuk kampanye komunikasi ASI yang dibuat oleh tim Vero Myanmar. Klien yang telah digandeng Vero antara lain adalah Netflix, La Mer dan Dell.

Continue Reading

POPULAR