Connect with us

Korporasi

Harley Davidson Milik Bos Garuda Indonesia Dipamer Kemenkeu

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Onderdil atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang diduga milik Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadipytra alias Ari Askhara dipamerkan di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Barang mewah itu diletakan di bawah meja Konferensi Pers tentang Penyelundupan Moge di Pesawat Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900. Tingginya nyaris sama dengan meja tersebut.

Berdasarkan pantauan korporat.com, jenis dari motor Harley Davidson tersebut keluaran tahun 1972 berwarna merah dan krem. Jika dilihat secara lebih teliti, suku cadang motor Harley Davidson yang diselundupkan tidak tampak baru. Terlihat noda di beberapa bagian motor tersebut.

Onderdil motor tersebut dikirim dengan dibagi melalui 18 kardus berwarna coklat yang berisi beberapa suku cadang di masing-masing kardus tersebut. Selain itu, juga terdapat dua sepeda Brompton berwarna hijau army. 

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, sepeda Brompton yang diselundupkan lewat pesawat baru Garuda Indonesia tersebut harganya mencapai puluhan juta.

“Tahu tidak ini harganya satu berapa? Rp 52 juta,” ujar Heru di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, barang-barang tersebut akan disita terlebih dahulu guna penyelidikan lebih lanjut.

“Dirampas dulu untuk penyelidikan dan akan tetap dikembangkan hingga lihat pasal-pasal apa yang dikenakan ke yang bersangkutan,” tutup Ani.

Baca Juga:  Revitalisasi Terminal Medan, Pemerintah Anggarkan Rp 40 M

Korporasi

Medco E&P Rehabilitasi DAS Bukit Jambul

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Medco E&P Indonesia mengumumkan telah berhasil menggelar program rehabilitasi daerah alian sungai (DAS) Bukit Jambul Semendo di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan dengan luas lahas mencapai 124,99 hektare (ha). Perusahan tersebut telah melakukan penanaman kembali sejumlah lahan di daerah aliran sungai dengan menanam 840 batang pohon per ha.

Drajat Panjawi, VP Relations & Security Medco E&P mengatakan, kegiatan rehabilitasi tersebut berhasil dilaksanakan lantaran pihaknya bekerja sama dengan seluruh stake holder antara lain, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta masyarakat setempat. “Kami berharap melalui rehabilitasi DAS kelestarian ekosistem dapat terus terjaga dan, kerja sama dalam melestarikan lingkungan ini bisa terus ditingkatkan,” ujar VP Relations & Security Medco E&P Drajat Panjawi.

Kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen Perusahaan dalam melindungi lingkungan di sekitar wilayah operasi. Medco E&P merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).

Sebagai tanda keberhasilan Medco E&P ini, Pemerintah melalui KLHK diwakili oleh SesDirjen PDASHL, Yuliarto Joko Putranto menerima Penyerahan Kewajiban Rehabilitasi DAS dari Medco E&P yang diwakili oleh GM South Sumatera Region, Muhammad Zulkfli, pada 31 Desember 2019. Selanjutnya, KLHK menyerahkannya kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, Pandji Tjahjanto.

Pada kesempatan yang sama, SesDirjen dan Kepala Dinas Kehutanan Sumsel berterima kasih kepada Medco E&P karena dengan penyerahan kewajiban rehabilitasi DAS ini, luas hutan di Indonesia menjadi bertambah 124,99 ha dan hal ini juga dapat mengatasi masalah lingkungan dan sosial di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Buka Pinjol Ilegal di Jakarta, 2 DPO WNA China Dibekuk
Continue Reading

Korporasi

Erick Rombak Direksi PELNI

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA– Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan pada direksi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)/Pelni.

Melalui siaran pers, Menteri BUMN Erick Thohir diketahui merombak dua direksi Pelni yakni Direktur Keuangan dan Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut.

Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-339/MBU/12/2019 tanggal 27 Desember 2019, menunjuk Ony Suprihartono menggantikan Tri Andayani sebagai direktur keuangan dan Masrul Halimi menggantikan Harry Boediarto sebagai direktur usaha angkutan kapal barang dan tol laut.

“Perputaran Direksi ini merupakan penyegaran dalam rangka penguatan BUMN. Kami melihat ini sesuai kebutuhan serta kemampuan dari individu sendiri. Sehingga, alasan pergantian antar jajaran Direktur di perusahaan BUMN lebih pada kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya,” kata Yuni Suryanto, Plh. Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan dalam siaran persnya, Senin (30/12/2019).

Dengan demikian, berikut susunan direksi Pelni yang menjabat mulai hari ini:

Direktur Utama : Insan Purwarisya L. Tobing

Direktur SDM dan Umum : Ganefi

Direktur Keuangan : Ony Suprihartono

Direktur Usaha Angkutan Penumpang : O.M. Sodikin

Direktur Usaha Barang dan Tol Laut : Masrul Khalimi

Direktur Armada : M. Tukul Harsono

Baca Juga:  UEA Siap Berinvestasi Senilai US$ 22,8 Miliar
Continue Reading

Korporasi

Pemegang Saham Tetapkan Direksi Baru Pertamina

Published

on

RUPS) PT Pertamina (Persero)

KORPORAT.COM, JAKARTA– Pemerintah melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) melakukan perubahan susunan Direksi PT Pertamina (Persero). Mulyono ditetapkan sebagai Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur (LSCI) PT Pertamina (Persero).

Susunan Direksi baru Pertamina tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-336/MBU/12/2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perseroan (Persero) PT Pertamina. Keputusan tersebut ditetapkan (26/12/2019)

Dalam Surat Keputusan tersebut, pemegang saham juga memberhentikan dengan hormat Gandhi Sriwidodo dari jabatan Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur (LSCI) PT Pertamina (Persero), posisi yang dijabatnya sejak 29 Agustus 2018.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, Pertamina telah menerima salinan surat keputusan dari pemegang saham terkait perubahan susunan direksi Pertamina.

“Direksi diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Pergantian direksi ini merupakan salah satu kewenangan Pemegang Saham,” ujarnya.

Sebelum ditunjuk sebagai Direktur LSCI PT Pertamina (Persero), Mulyono menjabat sebagai Senior Vice President Asset Strategic Planning & Optimization PT Pertamina (Persero). Sebagai karyawan karir, seluruh jenjang jabatan Mulyono berada di lingkungan Pertamina.

Lahir di Bojonegoro pada 11 September 1967, Mulyono mengenyam pendidikan Strata Satu di Fakultas Teknik Elektro Institut Teknologi Surabaya (ITS). Penyelesaikan pendidikan magister di dua lembaga yakni Magister Manajemen Jakarta dan Magister Teknik Industri UI – QUT Australia, serta mendapatkan Graduate Certificate in Engineering Management UI. Jenjang pendidikannya dituntaskan dengan meraih gelar Doktor Sistem Transportasi Laut ITS, Surabaya.

Baca Juga:  Suap Pesawat Garuda, Sunarko Kuntjoro Dipanggil KPK
Continue Reading

POPULAR