Connect with us

Energi

18 Produsen Siap Pasok 9,6 Juta KL Biodiesel ke Pasar Domestik

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Sebanyak 18 perusahaan penghasil bahan bakar nabati (BBN) siap memasok 9,6 juta kilo liter (kl) ke pasar domestik pada tahun 2020 mendatang. Komitmen tersebut dilakukan untuk mendukung kewajiban pencampuran biodiesel sebanyak 30% ke dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar atau B30.

Kesiapan para perusahaan untuk menyuplai biodiesel tersebut dituangkan dalam penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) saat pembukaan acara Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Convex 2019 di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Penandatangan MoU dilakukan oleh Direktur Utama BPDPKS Dono Boestomi dan salah perwakilan perusahaan yakni Wilmar Group. Adapun rincian perusahaan yang siap memasok biodiesel di pasar domestik yaitu, PT Musim Mas, PT Permata Hijau Palm Oleo, PT Intibenua Perkasatama, dan PT Ciliandra Perkasa.

Selain itu turut pula PT Bayas Biofeuls, PT LDC Indonesia, PT Tunas Baru Lampung, PT Sinarmas Bio Energy, PT Darmex Biofeul, PT Pelita Agung Agrindustri, PT Cemerlang Energi Perkasa, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Batara Elok Semesta Terpadu, PT Sukajadi Sawit Mekar, PT Smart Tbk, PT Kutai Refinery Nusantara, dan PT Multi Nabati Sulawesi.

Surya Darma, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mengatakan, pihaknya optimistis program mandatori B30 yang akan efektif pada Januari 2020 mendatang akan mampu mengurangi ketergantungan BBM yang selama ini diperoleh lewat impor. “Ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin mengurangi impor migas dan memanfaatkan EBT di dalam negeri,” kata dia.

Baca Juga:  Adik Politikus PDIP, Independensi Burhanudin Sebagai Jaksa Agung Diragukan

Energi

ESDM Perpanjang Kontrak Conoco Di WK Corridor

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperpanjang kontrak pengelolaan wilayah kerja Corridor kepada operator ConocoPhilips (Grissik) Ltd. Blok minyak dan gas bumi yang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan tersebut akan habis masa kontraknya pada April 2023 mendatang.

Penandatangan kontrak bagi hasil gross split antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) digelar pada Senin (11/11/2019) kemarin. Adapun nilai signature bonus mencapai US$ 250 juta, dan komitmen investasi selama 5 tahun ke depan direncanakan mencapai US$ 250 juta.

Pelaksanaan tanda tangan kontrak dilakukan oleh Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto, Direktur Utama PHE Corridor Taufik Aditiyawarman, President Conocophillips (Grissik) Ltd Bijan Agarwal, Regional Executive Director Talisman Ferdinando Rogardo. Penandatangan jjuga disaksikan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Persetujuan perpanjangan kontrak kerja sama WK Corridor ditetapkan dengan pemegang participating interest (PI) masing-masing yakni, ConocoPhillips (Grissik) Ltd sebanyak 46%, Talisman Corridor Ltd (Repsol) sejumlah 24%, serta PT Pertamina Hulu Energi Corridor (PHE Corridor) mencapai 30%. Nantinya, PI sebanyak 10% akan ditawarkan kepada badan usaha milik daerah (BUMD) setempat.

Dalam sambutannya Arifin Tasrif mengatakan, kepastian kontrak di Blok Corridor ini diharapkan dapat memacu produksi migas nasional. “Setelah kontrak berakhir pada tahun 2023, maka pengelolaan akan dilanjutkan operator existing, keputusan ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan dan kemampuan perusahaan,” tutur dia.

Pertamina Operator pada 2026

Rencananya, setelah tiga tahun kontrak perpanjangan berjalan, operator Blok Corridor akan dipegang oleh PT Pertamina lewat anak usahahnya PHE Corridor. Menurut Taufik Aditiyawarman, Direktur Utama PHE Corridor, Blok Corridor ini sangat strategis karena nantinya akan terintegrasi dengan Blok Rokan yang dikelola Pertamina pada 2021 dan Kilang Dumai di Riau.

Baca Juga:  Jadi Menteri Lagi, Basuki Butuh Wakil

Berdasarkan data saat ini WK Corridor memiliki luas 2.095,25 Kilometer persegi sebagian besar berada di Provinsi Sumatera Selatan. Pertamina juga memiliki 4 wilayah kerja aktif di area Sumatera Selatan yaitu Pertamina EP Aset 1, PHE Jambi Merang, PHE Ogan Komering dan PHE Raja Tempirai.

Taufik mengatakan, secara teknis pada tahun 2026 Pertamina siap untuk mengambil alih operator Blok Corridor dari ConocoPhipilis. “Lokasi WK Corridor berada di wilayah administrasi yang sama dengan WK Jambi Merang yang saat ini dikelola oleh PHE Jambi Merang yaitu di Kabupaten Musi Banyuasin. Tentu ini akan menjadi nilai tambah bagi Pertamina saat menjadi operator WK Corridor,” ujar dia.

Continue Reading

Energi

Kilang Balikpapan Akan Hasilkan Minyak 100.000 Barel Per Hari

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan terus memonitor perkembangan proyek peningkatan kapastas kilang atau refinery development master plan (RDMP) Balikpapan. Nantinya, proyek pengembangan kilang tersebut akan menghasilkan produksi 100.000 arel per hari (bph) pada Juli 2023 mendatang.

Arifin Tasrif, Menteri ESDM mengatakan, pemerintah mendukung sepenuhnya kelancaran proyek-proyek PT Pertamina. “Saya juga mengingatkan dengan kecepatan target yang dicapai penting untuk diperhatikan, karena sekali kejadian itu setback-nya akan menghasilkan loses yang cukup besar. Jadi sering-seringlah manajemen bisa melihat dan menyaksikan sendiri dengan melakukan kunjungan-kunjungan langsung ke lapangan,” kata Arifin ketika meninjau lokasi proyek di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (8/11/2019).

Proyek RDMP Kilang RU V Balikpapan merupakan salah satu dari empat kilang yang akan ditingkatkan kapasitasnya. Proyek dengan nilai investasi US$ 6,5 miliar ditargetkan mulai beroperasi pada bulan Juli tahun 2023.

Saat ini, progres konstruksi mencapai 7,8%. Dalam tahap konstruksi ini diperkirakan menyerap sekitar 15.000 tenaga kerja dan sekitar 800 orang pada saat kilang sudah beroperasi. Nantinya, RDMP Kilang Balikpapan akan meningkatkan kapasitasnya menjadi 100.000 bph.

Menurut Arifin, dengan dukungan pemerintah ini pihaknya berharap progres pembangunan kilang bisa berjalan optimal, bahkan diharapkan agar proyek bisa dipercepat paling tidak 3 bulan dengan tetap menjaga keselamatan kerja dan memperhatikan kemampuan karyawannya.

“Bekerja itu harus cermat, jangan ragu-ragu untuk mencari mitra-mitra yang bisa mendukung tercapainya hasil tersebut dengan resiko yang bisa kita kendalikan, kemudian juga dengan program-program investasi yang massif itu kita bisa selain memikirkan kemampuan finance juga man power kita,” ujar Arifin.

Baca Juga:  Adik Politikus PDIP, Independensi Burhanudin Sebagai Jaksa Agung Diragukan
Continue Reading

Energi

Geo Dipa Energi dan Sucofindo Perpanjang Kerja Sama Proyek Panas Bumi

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Sucofindo (Persero) dan PT Geo Dipa Energi (Persero) menggelar perpanjangan nota kesepahaman dalam pengusahaan pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) atau geothermal. Kerja sama ini digelar untuk mendukung sejumlah proyek yang akan digelar Geo Dipa pada tahun 2020 mendatang.

Dodi Herman, Direktur Operasi Geo Dipa Energi mengatakan, pada tahun 2020 mendatang beberapa pekerjaan yang akan digelar perusahaannya antara lain, pengeboran 20 sumur di PLTP Dieng dan Patuha untuk menambah kapasitas listrik 2 x 55 megawatt (MW), kemudian pembangunan PLTP Dieng Small Scale dengan kapasitas 10 MW. Selain itu, Geo Dipa juga ditunjuk sebagai drilling agency yang akan melakukan survei dan eksplorasi beberapa wilayah kerja panas bumi (WKP) sebagai penugasan pemerintah.

Oleh karena itu, “Hal ini akan memerlukan dukungan dari para mitra Geo Dipa Energi Sucofindo untuk pelaksanaan proyeknya,” kata Dodi dalam keterangan pers, Jumat (8/11/2019).

Sucofindo merupakan perusahaan pelat merah bergerak dalam bidang testing, inspection, certification (TIC). Perusahaan ini akan akan mendukung kinerja Geo Dipa untuk menjamin ketersediaan sumber energi di antaranya melalui jasa analisa laboratorium geothermal, geoscience, geophysic, serta pengelolaan aset industri energi terbarukan

Penandatangan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Sucofindo Bachder Djohan Buddin dengan Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Riki Firnandha Ibrahim. Melalui kerja sama yang terjalin ini, diharapkan mampu memberikan nilai tambah pengusahaan panas bumi sesuai dengan kompetensi masing-masing perusahaan.

Menurut Bachder, pihaknya siap melanjutkan kerja sama yang sudah berjalan sejak tahun 2017 untuk mendukung Geo Dipa dalam pengusahaan panas bumi. “Kami siap melanjutkan untuk mendukung untuk pekerjaan yang meliputi inspeksi dan pemeliharaan pipa dan sumur, analisa laboratorium, sertifikasi, konsultansi serta kegiatan operasional lainnya,” tutur dia.

Baca Juga:  Adik Politikus PDIP, Independensi Burhanudin Sebagai Jaksa Agung Diragukan
Continue Reading

POPULAR