Connect with us

Investasi

IHSG Dibuka di Zona Hijau

Restu Fadilah

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan saham Selasa, (8/10/2019). Indeks menguat 0,35% ke level 6.021,69.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga naik 0,88% ke posisi 939,14. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona hijau.

Sebanyak 203 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 56 saham melemah dan 119 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 50.699 kali dengan volume perdagangan 1,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 480 miliar.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, selurunya berada di zona hijau. Sektor barang konsumsi naik 1% dan mencetak kenaikan terbsar, sektor manufaktur naik 0,79% dan sektor infrastruktur naik 0,74%.

Saham-saham yang menguat antara lain SLIS melonjak 34,36% ke Rp 262 per saham, KRAH naik 24,58% ke Rp 1.470 per saham, dan LPLI naik 22,13% ke Rp 149 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain HEXA yang turun 16,37 persen ke Rp 2.860 per saham, ALTO turun 11,70% ke level Rp 332 per saham dan MBTO turun 6,98% ke Rp 120 per saham.

Baca Juga:  Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Menguat

Investasi

Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Menguat

Restu Fadilah

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan saham Selasa, (5/11/2019). Indeks menguat 24,09 poin atau setara 0,39% ke level 6.204,43.

Sebanyak 145 saham naik, 60 saham turun dan 119 saham tak bergerak. Seluruh sektor saham kompak menghijau. Sektor-sektor saham dengan penguatan terdalam adalah sektor perkebunan yang naik 1,48%, sektor aneka industri naik 1,41% dan sektor keuangan naik 0,66%.


Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,34 miliar lembar saham dengan total nilai Rp 386,83 miliar.


Top gainers LQ45 pagi ini adalah, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) (2,58%), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) (2,34%), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) (2,15%).


Top losers LQ45 pagi ini adalah, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) (-1,88%) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (-1,79%) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (-1,67%).


Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 16,04 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Rp 10,4 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 8,8 miliar dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Rp 6,5 miliar.


Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga tahun 2019. Rencananya BPS akan mengumumkannya hari ini Selasa (5/11/2019) pukul 11:00 WIB.

Baca Juga:  Ada Menteri Baru, IHSG Jeblok
Continue Reading

Investasi

Pelepasan Saham MAGI Terganjal Aturan Pemerintah

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Pelepasan saham PT Mandiri Axa General Insurance (MAGI) oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terganjal oleh aturan pemerintah.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunardi mengatakan, dalam Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2018 tentang Kepemilikan Asing pada Perusahaan Perasuransian ditegaskan, batas maksimal dari kepemilikan asing di perusahaan asuransi adalah sebesar 80%.

“Oleh karena itu, AXA harus mencari patner lokal, tidak boleh (kepemilikan sahamnya) 100 persen. Karena aturan pemerintah 80 persen (asing), 20 persen (lokal),” ujarnya dalam Konferensi Pers di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Senin, (28/10/2019).

Bank Mandiri memang berniat untuk melepas seluruh kepemilikan sahamnya pada MAGI sebesar 60%. “40 persen sudah dibayar tinggal 20 persen,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pelepasan saham yang dilakukan oleh perseroan juga menimbang kinerja MAGI yang tidak lagi sesuai ekspektasi.

“Kita melihat RoE (Return of Equity) tidak terlalu besar rasanya buat kita seperti disampaikan awal namanya merger, akuisisi atau joint venture itu harus memberikan RoE yang baik. Kita lihat, ya sudahlah kita full out saja dari sini. Jadi kepemilikan 60 persen kita jual Axa secara bertahap,” jelasnya.

Meski demikan, perusahaan dengan kode emiten BMRI ini, masih akan melakukan kerja sama dengan AXA.

“Produk asuransi inikan jualannya melalui perbankan. Jadi kami tidak akan jadi pemilik, AXA hanya boleh jualan di kami,” pungkasnya.

Baca Juga:  Menteri Baru Jokowi Kian Jelas, IHSG Hijau 8 Hari Beruntun
Continue Reading

Investasi

Sempat Unjuk Gigi, IHSG Tergelincir ke Zona Merah

Restu Fadilah

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih unjuk gigi. IHSG dibuka di zona hijau pada pada pembukaan perdagangan Jumat, (25/10/2019). Indeks terapresiasi  0,05% ke level 6.342,61.

Sayang dengan cepat, IHSG segera putar balik ke zona merah. Hingga pukul 09.16 WIB, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) tergelincir ke zona merah. Indeks melemah 0,27%  ke level 6.322,64.

Dari data RTI menyebutkan, 118 saham mengalami penurunan, 155 saham naik dan 129 saham lainnya tidak bergerak.

Frekuensi perdagangan saham hari ini cukup ramai mencapai 64.910 kali.

Volume perdagangan mencapai 1,73 miliar lembar saham dengan nilai Rp 923,30 miliar.

Baca Juga:  Sempat Unjuk Gigi, IHSG Tergelincir ke Zona Merah
Continue Reading

POPULAR