Connect with us

Korporasi

Jonan Bakal Jadi Petinggi Garuda Indonesia, Ini Respon Direksi

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) menanggapi perihal beredarnya kabar penunjukan Ignasius Jonan, mantan Menteri Perhubungan (Menhub) ke jajaran perusahaan. 

Direktur Niaga Garuda Indonesia (Persero), Pikri Ilham Kurniansyah mengaku belum mengetahuinya. Menurutnya, penunjukan jajaran direksi maupun komisaris merupakan urusan pemegang saham.

“Itu urusan menteri (Erick Thohir-red). Kami belum tahu,” singkatnya ditemui usai Ngopi Bareng di Sky Lounge, Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, (26/11/2019).

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginginkan adanya evaluasi terhadap perusahan-perusahaan BUMN, termasuk adanya para mantan menteri yang disebut masuk dalam bursa perusahaan pelat merah, seperti mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

“Kita mengevaluasi BUMN-BUMN lain setelah lima yang besar, mau Garuda dan lain-lain, kita evaluasi semua,” kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Jonan disebut-sebut akan ditempatkan sebagai komisaris Garuda Indonesia, sementara itu Susi dikabarkan akan menjadi komisaris Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan Rudiantara akan jadi bos PLN.

“Nanti lihat saja, masih belum diketahui,” katanya.

Arya mengatakan, kepastiaannya akan diumumkan setelah Menteri BUMN, Erick Thohir kembali dari Korea Selatan pada 29 November mendatang.

Baca Juga:  Harley Davidson Milik Bos Garuda Indonesia Dipamer Kemenkeu

Korporasi

Inka Ekspor Kereta Senilai Rp 134 Miliar ke Filipina

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA –PT Inka (Persero) menggelar kegiatan ekspor dua rangkaian kereta diesel multiple unit (DMU) ke Filipina. Kereta tersebut merupakan pesanan Philippine National Railways (PNR) dengan nilai kontrak senilai 485 juta Peso atau setara Rp 134 miliar.

Pengiriman dua unit kereta dilakukan pada akhir November lalu di Pelabuhan Jamrud Tanjung Perak Surabaya dan sampai di pelabuhan Manila pada Sabtu (7/12/2019) lalu. Dalam pelepasan pengiriman ditinjau langsung oleh Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro.

DMU Filipina ini memiliki spesifikasi 1 rangkaian terdiri dari 3 kereta. Dengan deain kursi berhadap-hadapan menunjang kapasitas angkut penumpang untuk rute dalam kota, yakni antar Stasiun Tutuban ke Stasiun Alabang. Nilai kontrak 2 DMU tersebut sebesar Rp 134 Miliar.

Selain memproduksi 2 rangkaian DMU ini, Inka juga sedang memproduksi pesanan dari Philippine National Railways lainnya. Yakni, 4 DMU dengan nilai kontrak 1 miliar Peso atau Rp 296 miliar, serta 3 lokomotif dan 15 kereta penumpang dengan nilai kontrak 1,3 miliar Peso atau Rp 362 miliar.

Alhasil, keseluruhan nilai kontrak yang diraih Inka untuk pengadaan kereta Philippines National Railways sejumlah Rp 792 miliar.

Baca Juga:  Garuda Indonesia Siapkan 2 Pesawat Mewah untuk Libur Natal dan Tahun Baru
Continue Reading

Korporasi

Candra Asri Resmikan Pabrik Petrokimia Senilai Rp 5,3 Triliun

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk meresmikan pabrik petrokimia senilai US$ 380 juta atau setara Rp 5,3 triliun. Pabrik yang memproduksi produk polyethylene berkapasitas 400.000 ton per tahun tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (6/12/2019).

Erwin Ciputra, Presiden Direktur Candra Asri mengatakan, saat ini kebutuhan bahan baku petrokimia berupa polyethylene sebagian besarnya masih diperoleh secara impor. Oleh sebab itu, beroperasinya pabrik anyar di Cilegon, Banten ini diharapkan dapat mensubsitusi impor sekaligus menghemat devisa.

“Inilah alasan kami untuk fokus pada peningkatan kapasitas demi memenuhi permintaan domestik. Peningkatan kapasitas pabrik polyethylene Chandra Asri diharapkan dapat mensubstitusi impor dan menghemat devisa negara hingga Rp 8 triliun,” kata Erwin dalam siaran pers.

Saat ini, kebutuhan domestik polyethylene yang mencapai 2,3 juta ton saban tahun. Sementara, kapasitas produksi nasional baru 780.000 ton per tahun. Alhasil, Indonesia masih masih mengimpor produk petrokimia tersebut sebanyak 1,52 juta ton setiap tahun.

Dengan tambahan kapasitas produksi dari pabrik baru sebanyak 400.000 ton per tahun, total kapasitas produksi emiten dengan kode TPIA tersebut bertambah menjadi 736.000 ton per tahun.

Tambah Investasi Rp 80 T

Selain membangun pabrik baru, Candra Astri juga berencana membangun komplek pabrik petrokimia kedua. Rencananya, perusahaan tersebut akan mengucurkan investasi sekitar Rp 60 triliun hingga Rp 80 triliun dengan target operasi pada 2024 mendatang.

Presiden Jokowi menyatakan dukungan terhadap rencana perusahaan tersebut. “Feeling saya mengatakan, 4 tahun lagi kita, 3 atau 4 tahun lagi kita sudah tidak mengimpor lagi yang namanya bahan-bahan petrokimia dan justru bisa kita ekspor,” kata ketika menyampaikan sambutan sebagaimana dikutip dari laman Sekretaris Kabinet.

Baca Juga:  Harley Davidson Milik Bos Garuda Indonesia Dipamer Kemenkeu

Ekspor bahan kimia sekarang kini hanya mencapai Rp 124 triliun, sedangkan impor bahan kimia saat ini Rp 317 triliun. Sehingga, masih defisit Rp 193 triliun. “Jangan berikan peluang-peluang seperti ini ke negara lain. Kalau kita bisa membuat sendiri kenapa kita harus impor,” kata Jokowi.

Continue Reading

Korporasi

Vero, Perusahaan PR Asal Thailand Ekspansi ke Indonesia

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Vero, Perusahaan PR dan Agensi yang bermarkas di Thailand mengembangkan sayapnya di Indonesia. Perusahaan ini mengumumkan telah membuka kantor barunya di Jakarta.

Pawares Wongpethkao, Chief Digital and Growth Officer Vero mengatakan, wilayah ASEAN adalah salah satu zona ekonomi terbaik di dunia dan dengan populasi 261 juta orang, dan Indonesia termasuk dalam kategori pemain utama. Diperkirakan bahwa perkembangan Indonesia akan menempatkan negara ini di urutan kelima ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami merasa senang mengerjakan kampanye serta bermitra di Indonesia, dan kami merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuka kantor kami sendiri, membangun tim sendiri dan mengutamakan pola pikir digital,” kata dia keterangan yang diterima KORPORAT, Jumat (6/12/2019).

Dengan menambah kantor baru, maka kantor Vero berjumlah menjadi empat dan meningkatkan jumlah karyawan ke hampir 100 profesional di Asia Tenggara. Selain Indonesia, Vero telah memiliki kantor di Thailand, Myanmar dan Vietnam.

“Kami sangat senang membawa gaya komunikasi kami ke pasar ini,” kata Pawares. Sayang ia tidak menyebutkan secara detail investasi yang dikeluarkan perusahaannya untuk melakukan ekspansi di Tanah Air.

Brian Griffin, selaku Managing Director menambahkan, Indonesia diharapkan menjadi tambahan baru yang bagus untuk keluarga perusahaan Vero. “Tim baru kami di Jakarta sangat cocok dengan agensi modern yang kami buat di wilayah Asia Tenggara ini. Kantor baru ini membantu kami melayani klien yang sudah ada dan yang baru dengan lebih baik karena banyak di antaranya yang memprioritaskan Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan,” ujarnya.

Vero sekarang melayani berbagai klien dengan kebutuhan multi-negara di seluruh Asia Tenggara. Pada tahun 2017, Vero dinobatkan sebagai Agency of the Year Asia Tenggara oleh Holmes Report.

Baca Juga:  Garuda Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Tahun ini, PR WEEK memberi Vero dua penghargaan regional, Campaign of the Year untuk Asia Tenggara dan Cause Related Campaign of the Year untuk kampanye komunikasi ASI yang dibuat oleh tim Vero Myanmar. Klien yang telah digandeng Vero antara lain adalah Netflix, La Mer dan Dell.

Continue Reading

POPULAR