Connect with us

Makro

Kembangkan Bandara Dewadaru, Pemerintah Siapkan Rp 70 M

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Pemerintah berencana untuk menganggarkan dana sekitar Rp 50 miliar hingga Rp 70 miliar untuk peningkatan kapasitas Bandara Dewadaru Karimunjawa, Jawa Tengah. Kementerian Perhubungan akan memperpajang landasan pacu (runway) serta memperluas terminal bandara.

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan mengatakan, saat ini luas terminal bandara hanya mencapai 220 meter persegi sedangkan runway hanya sepanjang 1.200 meter. Nantinya, terminal Bandara Dewadaru akan diperluas menjadi 2.800 meter persegi dengan landasan pacu sepanjang 1.700 meter.

“Sekarang ini panjang runway 1200 meter. Akan kita buat menjadi 1600 meter, bahkan 1700 meter supaya pesawat baling-baling sejenis ATR-72 bisa mendarat dengan kapasitas penuh. Kemudian, terminal penumpang sekarang ini tidak sampai 1000 meter persegi akan dibangun 2000 meter persegi hingga 2800 meter persegi. Ditargetkan tahun 2022 selesai dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari sekarang,” kata dia.

Budi memproyeksikan perluasan terminal Bandara Dewadaru akan membutuhkan anggaran sekitar Rp 20 miliar hingga 30 miliar. Sedangkan perpanjangan landasan pacu dana yang harus disiapkan sebesar Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar.

Rencananya, pengerjaan perpanjangan runway dan pembangunan gedung terminal akan diusulkan dalam anggaran tahun 2021. “Perluasan terminal itu alokasi dari kementerianb, sedangkan untuk kebutuhan tanah dari pemda tingkat 1 dan pemda tingkat 2,” ujarnya.

Selain menambah kapasitas, Bandara Dewadaru juga diharapkan dapat membuka kesempatan penambahan rute baru.”Misalnya bisa dari Bandara Kulonprogo ke Karimunjawa. Ini akan jadi kombinasi pariwisata yang baik dengan Borobudur,” katanya.

Saat ini, hanya terdapat satu maskapai Wings Air yang melayani secara reguler tiga kali dalam seminggu dimana tingkat keterisian penumpangnya sudah 100 persen. Diharapkan pada dua tahun ke depan, lewat peningkatan kapasitas bandara frekuensi penerbangan akan semakin meningkat.

Baca Juga:  Pemegang Saham Tetapkan Direksi Baru Pertamina

Makro

Revitalisasi Terminal Medan, Pemerintah Anggarkan Rp 40 M

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan alokasi angggaran senilai Rp 40 miliar untuk program revitalisasi terminal bus tipe A Amplas Medan. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020 mendatang.

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan mengatakan, proyek revitalisasi terminal ini akan menggunakan dana APBN senilai Rp 40 miliar. Selain menggunakan APBN, pengembangan terminal juga akan dilakukan kerjasama dengan pihak swasta.

“Kami nanti juga akan kerja samakan dengan pihak swasta, untuk membuat semacam mall. Jadi terminal lebih bersih, rapi, dan pelayanan ramah,” kata dia, dalam keterangan pers.

Terminal tipe A Amplas memiliki luas lahan lebih kurang 2,1 hektare. Terminal ini melayani trayek antar kota antar provinsi (AKAP). Terminal ini juga melayani rute ke Bandara Kualanamu.

Peningkatan kualitas pelayanan dilakukan dengan cara, diantaranya membangun terminal bus yang lebih nyaman, mengembangkan pusat komersial di area terminal, dan mengembangkan sistem penjualan tiket secara online. “Di masa datang kami ingin angkutan massal seperti bus menjadi angkutan yang utama. Untuk itu terminal Amplas ini harus diperbaiki secara bertahap. Rencana perbaikan adalah satu tahun,” ujar Budi.

Selain menggelar perbaikan fisik, lanjut Budi, pihaknya juga akan menyosialisasikan penertiban dan penegakkan hukum atau law enforcement. Sehingga, ke depan tidak ada lagi operator bus yang mengangkut penumpang tidak di terminal resmi, seperti di Pool PO Bus atau terminal bayangan.

Secara bertahap, bus-bus dipindahkan ke Terminal Amplas sambil terminalnya diperbaiki. “Jadi mereka (bus) harus ditarik ke sini (Terminal Amplas). Karena makin ramai makin baik, makin banyak yang mau ke sini. Tapi kalau di sini hanya ada bus-bus jelek, sementara bus-bus bagus maunya eksklusif dan tidak mau kesini kan repot. Dengan bus-bus datang ke sini akan semakin memudahkan masyarakat. Contohnya orang dari Jambi, tapi dia ingin ke Aceh bisa melakukan pergantiannya di sini. Itu bagus,” katanya.

Baca Juga:  Suap Distribusi Gula, KPK Panggil Sekretaris Direktur Pemasaran PTPN III
Continue Reading

Makro

PUPR Kebut Penyelesaian Proyek Bendungan Ciawi

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan tengah mengebut proyek pembangunan Bendungan Ciawi yang berlokasi di Hulu Sungai Ciliwung, Kecamatan Cisarua, Jawa Barat. Bendungan dengna nilai proyek senilai Rp 798,7 miliar tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2020 mendatang.

Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR mengatakan, pembangunan bendungan merupakan bagian dari rencana induk (master plan) pengendalian banjir Ibu Kota Jakarta. “Saat ini progres pembangunan Bendungan Ciawi sudah 45% dan akan diselesaikan akhir tahun ini atau Desember 2020,” kata dia.

Bendungan Ciawi direncanakan memiliki volume tampung 6.05 juta meter kubik dan luas genangan 39.40 hektare. Bendungan ini didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung. Bendungan Ciawi akan mereduksi banjir sebesar 111,75 meter kubik per detik.

Kontrak pekerjaan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 dengan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dan PT Sacna. Pembangunannya telah mulai pada 2 Desember 2016 dijadwalkan selesai awal 2021, namun ditargetkan dapat selesai lebih cepat pada akhir tahun 2020.

Menurut Basuki, pembangunannya saat ini meliputi pekerjaan bendungan utama berupa galian tubuh bendungan, grouting tubuh bendungan, serta timbunan main cofferdam. Selain itu, tengah digarap juga bangunan pelimpah yang mencakup proses pembebasan lahan, clearing dan grubbing, penggalian serta tebing spillway.

Kemudian, sedang dikerjakan juga hidromekanikal atau pengadaan maintenance gate), pembangunan fasilitas umum, clearing area lahan, dan galian bottom outlet, pengecoran, pengalihan anak sungai, serta pekerjaan jalan OP.

Di wilayah hulu, selain Bendungan Ciawi juga dibangun Bendungan Sukamahi dengan volume tampung sebesar 1,68 juta meter kubik dan luas area genangan 5,23 hektar dan saat ini progresnya telah mendekati 40 persen. Sementara di hilir Jakarta dilakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane juga telah menyelesaikan penambahan pintu air Manggarai dan Karet, serta tengah menyelesaikan Sudetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Baca Juga:  Suap Distribusi Gula, KPK Panggil Sekretaris Direktur Pemasaran PTPN III

Continue Reading

Makro

BUMN : Pengembalian Dana Nasabah Jiwasraya Akhir Februari

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan menyatakan terus melakukan sinergi untuk mempercepat penyelesaian persoalan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pemerintah memproyeksikan pengembalian nasabah bisa mulai dilakukan pada akhir Februari mendatang.

Erick Thohir, Menteri BUMN mengatakan, pihaknya terus bersinergi dengan Kementerian Keuangan terkait langkah-langkah PT Jiwasraya Putra sesuai arahan Presiden untuk penyelesaian dengan nasabah. “Sudah saya sampaikan kan waktu itu kan, berkali-kali bahwa membentuk holding, dari holding itu udah ada cashflow Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun, lalu pembentukan Jiwasraya Putra, di mana Jiwasraya Putra itu nanti kami cari partner strategic di mana angkanya Rp 1 triliun – Rp 3 triliun,” kata dia di Kantor Presiden sebagaimana dilansir laman Sekretaris Kabinet, Rabu (15/1/2020).

Mengenai rencana pengembalian dana nasabah, Erick bilang, akan dikembalikan dengan bertahap setelah proses penandatangan holdingisasi BUMN Asuransi pada akhir Februari mendatang. Karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk proses tersebut.

Menurut dia, dengan pembentukan holding itu diharapkan akan memperoleh suntikan dana sebesar Rp 8 triliun hingga empat tahun ke depan. Selain itu, aset-aset saham yang hari ini sudah ada dideteksi dan valuasinya bisa sampai Rp 3 triliun.

“Dengan konsep itu ya saving plan bisa berjalan. Nah, yang lainnya tentu yang namanya polis juga itu menjadi bagian dari solusi juga yang akan kita lakukan. Tentu dengan restrukturisasi yang mungkin tadinya bunganya tinggi menjadi bunga yang real, ya yang bunga benaran. Nah kalau itu bunga benaran ya kan cash flow–nya akan terjamin, gitu,” ujar Erick.

Selain lintas sektoral, Kementerian BUMN juga akan meningkatkan kerja samna dengan DPR RI demi penyelesaian persoalan Jiwasraya ini. Rencananya, pertemuan dengan dewan akan digelar 20 Januari mendatang. “Kami akan dijelaskan secara terbuka, transparans, dan yang pasti sangat amat memprioritaskan, sesuai dengan arahan Presiden, untuk penyelesaian nasabah,” tutur dia.

Baca Juga:  Pemegang Saham Tetapkan Direksi Baru Pertamina
Continue Reading

POPULAR