Connect with us

Bank

Perolehan Laba Bank Mandiri Melambat

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 20,3 triliun pada kuartal III-2019. Perolehan ini meningkat 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) Rp 18,1 triliun.

Kendati demikian, sejatinya pertumbuhan laba perseroan melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal III 2018, laba perseroan tercatat tumbuh 20% secara tahunan (YoY).

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunardi mengatakan, melambatnya pertumbuhan laba ini dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, proyeksi pertumbuhan segmen konsumer yang tidak sesuai ekspektasi.

“Kemudian segmen korporasi yang dulunya tumbuh double digit kini hanya single digit,” ujarnya dalam Konferensi Pers di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Senin, (28/10/2019).

Herry menjelaskan, laba bersih perseroan didorong oleh pertumbuhan rata-rata kredit konsolidasi yang mencapai 11,5% (YoY) secara tahunan atau mencapai Rp 806,8 triliun pada September 2019. Terlebih, pertumbuhan kredit tersebut dibarengi perbaikan kualitas, dimana rasio NPL gross turun 48 basis poin (bps) menjadi hanya 2,53% dibandingkan September tahun lalu.

“Perbaikan ini membuat Bank Mandiri dapat menurunkan biaya CKPN sebesar 6,27%,” terangnya.

Hery melanjutkan, penyaluran kredit ditopang oleh dua segmen utama, yakni corprate and retail terutama kredit mikro dan konsumer. Kredit di segmen korporasi mencapai ending balance Rp 113,7 triliun atau tumbuh rata-rata 16,6% (YoY).

Untuk segmen mikro, ending balance penyaluran kredit mencapai Rp 116,4 triliun, tumbuh rata-rata 22,6% (YoY), sementara pada segmen consumer, ending balance Rp 88,5 triliun atau tumbuh 7,3% (YoY).

Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan, Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi yang signifikan, yakni 81,49% dari total portofolio. Pada kuartal ini, penyaluran kredit investasi mencapai Rp 251,07 triliun dan kredit modal kerja sebesar Rp 342,3 triliun.

Baca Juga:  Kasus BHS, KPK Panggil Angkasa Pura Propertindo

“Kami juga turut berkontribusi dalam pembangunan nasional, berupa penyaluran kredit ke sektor infrastruktur yang mencapai Rp 98,5 triliun dengan tingkat pertumbuhan mencapai 16,9 persen (yoy). Kredit tersebut disalurkan kepada berbagai sektor seperti tenaga listrik, transportasi, migas, energi terbarukan, dan lain-lain,” jelasnya.

Untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sepanjang Januari-September 2019, total KUR yang disalurkan mencapai Rp 17,45 triliun atau tumbuh 29,7% (YoY) atau mencapai 69% dari target 2019 dengan jumlah penerima sebanyak 222.825 debitur. Dari jumlah tersebut, sebesar 50,25% disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi.

Bank

Fintech yang Tawarkan Transfer antar Bank Kian Menjamur, Ini Respon BCA

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Financial technology (Fintech) di Indonesia kian menjamur. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang menawarkan jasa transfer antar bank secara gratis. Akibatnya, banyak masyarakat yang bertransaksi sebanyak-banyaknya di luar sistem perbankan.

Direktur PT Bank Central Asia (BCA), Santoso mengatakan, fenomena tersebut bukan ancaman bagi eksistensi bank. Sebab, limit transfer di fintech tidak terlalu besar. Itu artinya, transaksi dengan nominal yang besar masih tetap dilakukan di bank.

“Sebetulnya kalau fintech sekarang kan yang masih bisa dilakukan kan hanya emoney server based. Emoney server based sendiri limitnya tidak terlalu besar,” kata dia saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin, (11/11/2019).

Meski demikian, ia mengaku akan terus mengikuti semua perkembangan fintech tersebut. Tujuannya, agar BCA bisa terus berinovasi sesuai perkembangan jaman. Sehingga bisa bersaing dengan para fintech.

“Semua ada masanya kan sebetulny fintech itu ingin mengumpulkan data melihat loyalitas customur, tapi perjalananya akan terus menerus kita ikuti dan kita tidak saling mematikan, kita saling mendukung yang lain,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Presiden Direktur BCA, Jahja Setiatmadja dalam kesempatan yang sama. Menurutnya, BCA selama ini selalu memberikan pelayanan yang optimal bagi para nasabah. Salah satunya dengan membuat fitur yang canggih.

Jahja bilang, banyak fitur yang sudah dibuat BCA untuk dipergunakan oleh nasabah milenial. Salah satunya, seperti fitur perbankan digital.

“Sekarang kaum milenial itu lebih banyak menggunakan Digital Bank, misalnya untuk Top Up bisa pakai OneKlik,” ujarnya.

Mengenai fitur payment, BCA sudah mengeluarkan mesin QR, tinggal scan barcode selesai.

“Dulu belum bisa transfer cepat harus ketik-ketik nomor rekening, sekarang tinggal scan saja bisa kok,” lanjutnya.

Baca Juga:  Kasus BHS, KPK Panggil Angkasa Pura Propertindo

Selain itu, BCA juga meluncurkan Keyboard BCA. Dengan menggunakan keyboard ini, para nasabah bisa melakukan beberapa kegiatan seperti chating di WhatsApp, Line atau Telegram pada saat transaksi, tanpa harus keluar dari jendela transaksi.

“Kalau beberapa bank lain harus keluar aplikasi dulu terus masuk lagi baru bisa transaksi, kalau kita tidak,” jelasnya.

“Sekarang memang kita berikan pelayanan yang nyaman dan bisa digunakan di mana saja,” tutup Jahja.

Continue Reading

Bank

BCA Luncurkan Kartu Kredit BCA-JCB Black

Restu Fadilah

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Bank Central Asia (BCA) meluncurkan kartu kredit BCA-JCB Black. Peluncuran produk ini untuk memudahkan masyarakat yang doyan plesir ke Jepang.

Presiden Direktur (Presdir) BCA, Setiatmadja menjelaskan, kartu kredit BCA-JCB Black dapat mengakomodir kebutuhan keuangan yang berkaitan dengan transaksi, perjalanan, dan pembelian produk di merchant-merchant domestik dan di negeri sakura tersebut.

“Target pemegang Kartu Kredit BCA-JCB Black menyasar segmen kaya, khusus individu atau keluarga yang bepergian dan membeli di luar negeri,” ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Senin, (11/11/2019).
Dalam meluncurkan kartu kredit BCA-JCB Black, perusahaan menggandeng ICB Internasional Indonesia sebagai anak perusahaan dari JCB internasional Co. Adapun dalam peluncurannya, BCA mempertimbangkan tren peningkatan masyarakat Indonesia yang kerap bepergian ke Jepang.

Berdasarkan data dari Japan National Tourism Organization, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang terus mengalami kenaikan. Pada 2017, terdapat 356.000 wisatawan Indonesia, melonjak 30 % dari tahun sebelumnya. Musim Semi 2018, saat bunga-bunga Sakura bermekaran, wisatawan Indonesia yang berkunjung mencapai lebih dari 43.000 orang per bulan.

“Kerjasama BCA dengan JCB ini merupakan langkah strategis untuk melengkapi pengalaman perjalanan nasabah BCA, dan mempermudah proses transaksi bisnis nasabah secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, Kartu Kredit BCA-JCB Black diharapkan dapat mengoptimalkan nilai tambah yang dapat dinikmati nasabah BCA,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BCA, Santoso menjelaskan, kartu kredit BCA-JCB Black juga bisa digunakan di negara lain. Asalkan terdapat logo JCB di merchant yang dituju.

“Jadi bukan hanya di Jepang, tapi juga bisa di negara lain asalkan ada logo JCBnya,” ucap Santoso.

Sebagai informasi, kartu kredit BCA-JCB black memiliki penawaran eksklusif untuk nasabah BCA, antara lain ganjaran ganda pada transaksi ritel dan kurs valuta kompetitif bagi para nasabah yang akan berpergian ke Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Selain itu, untuk transaksi internasional terdapat program cicilan 0% hingga 12 bulan dengan minimum transaksi sebesar Rp 3 juta.

Baca Juga:  Bentrok, Wagub Babel Disandra Penambang Ilegal

Pemegang kartu kredit BCA-JCB black juga mendapatkan berbagai manfaat dan variasi layanan global yang berlaku pada kartu JCB domestik dan internasional, antara lain fasilitas lounge bandara eksklusif gratis di Jepang, China, Hong Kong, Singapura, Korea, dan Thailand. Kemudian, nasabah juga dapat menikmati JCB Plaza Lounge pada beberapa tujuan destinasi dan penerbangan kelas dunia: Tokvo Paris, Honalulu, Hong Kong, Guam, dan Singapura. Manfaat yang tidak kalah menarik lainnva ialah potongan harga pada berbagai merchant pilihan dan tempat makan domestic dan internasional vane bekerja sama dengan JCB.

Continue Reading

Bank

BCA Luncurkan Bank Digital Tahun Depan

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Bank Central Asia (BCA) sungguh-sungguh menyulap Bank Royal menjadi bank digital. Jika tak ada aral melintang, BCA bakal meluncurkan bank digital pada Juni 2020.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, saat ini pihaknya masih merampungkan proses akuisisi sembari menunggu proses perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Bank Royal akan kami proyeksikan sebagai bank digital, saat ini kami masih merampungkan proses akuisisi. Juni 2020 akan mulai trial digital operation,” ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Senin, (28/10/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BCA, Vera Eve Lim menjelaskan, Bank Royal akan tetap menjadi entitas mandiri, alias tidak melebur dengan BCA. Namun, bisnis digital Bank Royal akan terintegrasi dengan BCA.

“Juni setidaknya layanan basic banking sudah siap, kasih kredit, setor dana, transfer dana, pemindahbukuan, top up, investasi tapi semua prosesnya secara digital. Dan kalau mau tarik tunai nanti bisa pakai ATM BCA,” terangnya.

Diakuinya, BCA juga memang memiliki platform digital. Namun, sasaran pasar yang dibidik Bank Royal kelak akan berbeda. Misalnya BCA akan fokus pada pemberian kredit ke segmen korporasi, sedangkan Bank Royal kelak bakal lebih menyasar segmen ritel, atau mass market.

Baca Juga:  Bela Putranya Dipanggil KPK, Menteri Yasonna: Dia Tidak Banyak Terlibat
Continue Reading

POPULAR