Connect with us

Makro

Korea Selatan Minati Sampah Kayu Sengon Indonesia

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Sisa-sisa pengolahan kayu sengon berupa serbuk gergaji atau sawdust dan sepihan kayu atau wood chips umumnya selama ini hanya menjadi sampah di Indonesia. Namun, rupanya produk-produk tersebut dapat menjadi salah satu produk unggulan ekspor.

Salah satu negara yang menyukai sampah kayu sengon asal Indonesia, yakni Korea Selatan. Negeri Gingseng tersebut mengimpor serbuk gergaji dan serpihan kayu sengon hingga mencapai 48 kontainer 10.000 ton per tahun.

Ari Satria, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan mengatakan, perusahaan yang menggelar kegiatan eskpor impor produk sawdust dan wood chips di antaranya Inakor Co Ltd. “Kejelian para pelaku usaha bisa membantunya mendapatkan peluang ekspor. Siapa sangka limbah pengolahan kayu sengon ternyata diminati di Korea Selatan,” kata dia.

Sawdust kayu sengon dapat dimanfaatkan sebagai animal bedding. Sedangkan wood chips kayu sengon dapat digunakan sebagai media untuk budi daya jamur. Produk kayu tersebut juga telah dilengkapi dengan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK). Inakor mengirim produknya ke Korea sekitar satu kontainer per bulan.

Pada Kamis (28/11/2019) lalu, delegasi misi dagang Indonesia menggelar kunjungan ke Korea Selatan. Dalam kunjungan tersebut, delegasi menggelar pertemuan dengan Inakor serta Indonesian Trade Promotion Center Busan.

Inakor Co Ltd adalah perusahaan eksportir dan importir yang didirikan diaspora Indonesia pada September 2018. Inakor juga aktif mengikuti pameran perdagangan yang difasilitasi Kementerian Perdagangan seperti Cafeshow, Seoul Food, Entech, dan sebagainya.

Baca Juga:  3 Kali Mangkir, KPK Harap Dirut Jasa Marga Koperatif

Digital

2025, Potensi Ekonomi Digital Bisa Mencapai US$ 240 Miliar

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan Indonesia merupakan pasar potensial terbesar ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara yang musti dimanfaatkan untuk peningkatan perekonomian nasional. Bahkan, diproyeksikan ekonomi digital dapat tumbuh empat kali lipat hingga mencapai US$ 240 miliar pada 2025 mendatang.

Suharso Monoarfa, Menteri PPN/Kepala Bappenas mengatakan, Indonesia berada pada posisi utama tren perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara yang pertumbuhannya terus meningkat setiap tahun. Ekonomi digital menyediakan potensi besar dalam penciptaan kehidupan, di mana sekitar 30 juta orang di Tanah Air bekerja terkait dengan sektor e-commerce dan sebagian besarnya mampu memberdayakan potensi perempuan Indonesia.

“Diprediksi, pada 2025 ekonomi digital Indonesia tumbuh empat kali lipat dengan nilai mencapai US$ 240 miliar. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata dia, pekan lalu, Rabu (4/12/2019).

Menurut Suharso, potensi lain perubahan teknologi yang membawa manfaat sangat besar datang dari sejumlah perusahaan berbasis aplikasi, seperti Tokopedia dan Gojek. Kontribusi Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia meningkat dari Rp 58 triliun pada 2018 menjadi Rp 170 triliun pada 2019, kemudian kontribusi mitra Gojek dari empat layanan (Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Life) kepada perekonomian Indonesia mencapai Rp 44,2 triliun.

Untuk menjawab tantangan kebutuhan ekonomi digital ini, Bappenas sedang berupaya menerapkan sistem kerja yang fleksibel melalui aplikasi smart office dan smart government. Mulai 2020 mendatang, di beberapa kedeputian akan menerapkan pola working and vacation sehingga tidak mewajibkan para pekerja untuk hadir di kantor.

“Saya berharap Bappenas itu bisa memberi pelayanan terkait perencanaan pembangunan nasional 24 jam. Tapi sayang kami baru rencanakan bisa 16 jam dari pukul 06.00-22.00 WIB. Kami berharap bisa bekerja dengan cara-cara flexible working time ini melalui aplikasi smart office dan smart government,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus BHS, KPK Panggil Direktur PT Angkasa Pura Solusi
Continue Reading

Makro

Korporat AS Berkomitmen Kucurkan Investasi Lebih Besar Lagi

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat memberikan komitmen untuk lebih besar lagi berinvestasi Indonesia. Hal ini diungkapkan korporat asal negeri paman sam ini dalam perrtemuan delegasi Dewan Bisnis Amerika Serikat (AS) – ASEAN atau US – ASEAN Business Council di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Mahendra Siregar, Wakil Menteri Luar Negeri mengatakan, para anggota delegasi US – ASEAN Business Council ini mewakili 46 korporat terkemuka di Amerika Serikat. Mereka berharap ke depan adanya stabilitas ekonomi dan upaya menjaga pertumbuhan dari pemerintah. Khususnya di sektor pengembangan sumber daya manusia atau human capital development.

“Secara khusus tadi perusahaan-perusahaan yang ada menyampaikan komitmen-komitmen mereka untuk ekspansi, untuk investasi lebih besar lagi di Indonesia,” kata Mahendra usai mengikuti pertemuan sebagaimana diberitakan di laman Sekretaris Kabunet, Kamis (5/12/2019).

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan, pertemuan yang digelar Kamis siang ini merupakanm kesempatan emas untuk merekatkan hubungan perdagangan dan investasi antara Amerika Serikat, Asean, serta Indonesia. “Indonesia dan AS sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan sebesar US$ 60 miliar hingga 2024,” kata dia.

Untuk itu, Presiden Jokowi berharap para pebisnis AS dapat melihat peluang tersebut untuk menjalin kerjasama, terutama di bidang infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia. Selama ini, investasi AS di Indonesia hampir mencapai US$ 1,2 miliar.

Baca Juga:  Denmark Rekomendasi Roadmap Pengembangan EBT di 4 Provinsi
Continue Reading

Makro

Pemerintah Akan Bangun International Fish Market di Likupang

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Pemerintah berencana membangun pusat pelelangan ikan berskala internasional atau international fish market sebagai upaya mendorong peningkatan industri perikanan di dalam negeri. Salah satu calon lokasinya yakni kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang di Manado, Sulawesi Utara.

Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan, potensi bisnis perikanan dalam lima tahun ke depan mencapai US$ 160 miliar. Dengan nilai yang fantastis tersebut, tentu perlu dipersiapkan infrastruktur agar potensi industri tersebut dapat menberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Indonesia.

“Dalam lima tahun ke depan, sektor perikanan akan bertambah sekitar US$ 100-160 miliar atau sekitar 8-11% dari gross domestic product (GDP) kita. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa mencapai ke arah itu?” ujar Suharso di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Nah, salah satu solusi untuk mengangkap pelung tersebut ialah pembuatan pelelangan ikan berskala internasional. Menurut Suharso, sebagai salah satu negara penghasil ikan, Indonesia harusnya menata ulang tempat pelelangan ikan, apalagi hingga saat ini belum punya international fish market.

Menurut Suharso, ada tiga lokasi yang dinilai tepat untuk dibangun puat pelelangan ikan berskala internasional, namun yang paling berpotensi adalah di Likupang, Sulawesi Utara. “Di utara Indonesia seperti Filipina dan Jepang sudah ada international fish market, di selatan yaitu Australia juga , dan di barat juga ada. Bahkan di Jepang malah ada beberapa. Intinya, international fish market harus segera dimulai,” ujarnya.

Likupang dianggap memenuhi persyaratan untuk membangun international fish market, antara lain fasilitas hotel bintang lima dan memiliki perairan yang memiliki potensi di bidang ikan tuna jenis blue fin dan yellow fin. Namun sayangnya, justru potensi besar itu diambil oleh negara tetangga.

Baca Juga:  Suap Jaksa, Direktur PT Java Indoland Divonis 3 Tahun

“Pada tahun 1990-an sudah ada rencana pembangunan dan itu menjadi syarat membuat international fish market. Saya sampaikan ke Presiden, di Likupang sudah ada backwork-nya, tempat pengelolaan ikan dan beberapa fasilitas lain. Di Likupang ada dua jenis ikan, yaitu blue fin dan yellow fin tuna,” kata Suharso.

Continue Reading

POPULAR