Connect with us

Korporasi

Ini Profil Pesawat Militer CN235-220 Buatan Indonesia

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Pesawat jenis CN235 buatan Indonesia cukup kompetitif di pasar ekspor. Selain melayani pesanan untuk dikirim ke Nepal, PT Dirgantara Indonesia juga menggelar kegiatan produksi untuk diekspor ke Senegal.

CN235-220 merupakan pesawat transportasi militer dengan daya angkut sebanyak 48 penumpang. Kapal terbang ini dapat digunakan untuk beberapa misi, mulai dari pengintaian, patroli maritim, hingga angkutan pasukan bersenjata. ⁣

Hingga saat ini, Dirgantara Indonesia telah berhasil memproduksi dan mengirimkan pesawat CN235 sebanyak 68 unit keperluan domestik maupun ekspor. Adapun total populasi pesawat CN235 series di dunia seluruhnya mencapai 285 unit.

Berikut adalah kelebihan pesawat CN235-220 buatan PTDI.

  1. Quick Change Configurations (Troop/Paratroop, VIP, Medical Evacuation, Passanger dan Cargo).
  2. Full Glass Cockpit. ⁣
  3. Wide Rear Ramp Door.
  4. Maximum Take-Off Weight (MTOW) 16.500kg. ⁣
  5. Maximum Payload 5.200kg. ⁣
  6. Short Take Off-Landing (STOL) 977 m. ⁣
  7. Endurance selama ± 11 jam. ⁣
  8. Multihop Capability Fuel Tank, teknologi yang memungkinkan pesawat terbang tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.
Baca Juga:  Aturan Kenaikan Iuran BPJS Berpotensi Digugat ke MA

Korporasi

BUMD DKI Jamin Pasokan Pangan Aman di Tahun Baru

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Food Station Tjipinang Jaya, perusahaan BUMD DKI Jakarta menjamin pasokan pangan berupa ketersediaan beras aman selama liburan Natal dan tahun baru. Perusahaan tersebut juga optimistis harga beras di wilayah Ibu Kota akan tetap stabil pada akhir Desember depan.

Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya mengatakan, pihaknya telah menggelar kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mengamankan pasokan beras di DKI Jakarta. Kebutuhan beras diprediksi mencapai 90.000 ton per bulan, sedangkan stok saat di gudang beras Cipinang sekitar 52 ribu ton.

“Jakarta sudah kita amankan pasokannya. Ada tambahan dari Perum Bulog 100-110 ribu ton kemudian dari Sulawesi 40 ribu ton. Stok di Pasar Cipinang dijaga di atas 30 ribu ton,” kata dia, Rabu (13/11/2019).

Arief menambahkan, pihaknya juga melakukan manajemen pergudangan berdasarkan alokasi kebutuhan tiap waktu. “Kami punya stok sampai 10 bulan barangnya. Penjagaan juga dilakukan agar jangan sampai busuk dan lain-lain. Dijaga juga jadwal datangnya, misal sebulan berapa kali dan berapa banyak,” ujarnya.

Menurut dia, dengan jumlah pasokan saat ini pihaknya optimistis dapat memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras hinga akhir tahun nanti. Ketersedian pasokan beras tersebut juga diyakini dapat menekan kestabilan harga di pasar.

Baca Juga:  Banyak Minum Air Putih, Suhu Panas Diprediksi Masih Panjang
Continue Reading

Korporasi

Dua Anak Usaha Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Program Rehabilitasi Orang Utan

Restu Fadilah

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Dua anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya yakni PT Pupuk Kaltim dan PT Rekayasa Industri (Rekind) menyalurkan bantuan mobil operasional dan program rehabilitasi orang utan di Samboja Lestari, Kaltim. Bantuan diberikan kepada Yayasan Penyelamatan orang utan Borneo (Borneo orang utan Survival Foundation) guna mendukung kegiatan rehabilitasi dan reintroduksi orang utan di Kaltim.

“Bantuan ini adalah bukti kepedulian Pupuk Indonesia Grup terhadap lingkungan, khususnya dalam bidang pelestarian satwa langka di dunia yang terancam punah akibat perburuan. Penting bagi kita semua berkontribusi dalam menjaga kelestarian orang utan, sehingga dapat menjadi warisan satwa bagi anak cucu kita nanti,” tutur Direktur SDM dan Umum PT Pupuk Kaltim, Meizar Effendi saat acara serah terima bantuan di Samboja Lestari, Kaltim pada Selasa, (12/11/2019).

Meizar menerangkan, bantuan mobil yang diserahkan berjenis double cabin 4×4 dari PT Pupuk Kaltim dan dana sebesar Rp 175 juta untuk program rehabilitasi Orangutan dari PT Rekind. Bantuan mobil difokuskan juga untuk operasi penyelamatan orang utan di titik-titik kritis.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga kegiatan pelepasliaran orangutan yang telah selesai menjalani tahap rehabilitasi.

“Diharapkan dukungan kami ini dapat memberikan manfaat besar bagi kegiatan rehabilitasi Orangutan yang dilakukan Yayasan Borneo Orang utan Survival,” ujar Meizar.

Asal tahu saja, Yayasan Penyelamatan Orang Utan Borneo atau biasa dikenal Yayasan BOS, berdiri sejak 1991. Yayasan ini merupakan sebuah organisasi non-profit Indonesia yang didedikasikan untuk konservasi orang utan Borneo dan habitatnya.

Mereka bekerjasama dengan masyarakat setempat, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan organisasi mitra internasional.

Yayasan BOS saat ini merawat lebih dari 750 orangutan dengan dukungan 400 karyawan dan para ahli di bidang primata, keanekaragaman hayati, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan kesehatan orangutan. Yayasan BOS berfokus pada penyelamatan, rehabilitasi, reintroduksi dan konservasi jangka panjang Orangutan Kalimantan.

Baca Juga:  KPK Beberkan Peran Andi Taswin Suap INTI ke Bos AP II

Meizar menambahkan,  sampai dengan 31 September 2019, Pupuk Indonesia Grup telah menyalurkan dana Bina Lingkungan mencapai Rp 26 Miliar. Angka tersebut terdiri dari anggaran program Bina Lingkungan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Rp 9 Miliar, PT Petrokimia Gresik Rp 11,7 Miliar, PT Pupuk Kujang Cikampek Rp 2 Miliar, PT Pupuk Kaltim Rp 3,19 Miliar, dan PT Rekayasa Industri Rp 595 Juta.

Continue Reading

Korporasi

Genjot Produksi Geothermal, Pertamina Investasi US$ 2,68 Miliar

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energi akan berinvestasi senilai US$ 2,68 miliar untuk sejumlah proyek pengembangan produksi pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP). Investasi tersebut rencananya akan digelontorkan pada periode 2021 hingga 2026 mendatang.

Dharmawan H Samsu, Direktur Hulu PT Pertamina mengatakan, investasi senilai US$ 2,68 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan di sejumlah wilayah kerja panasbumi serta untuk dua WK baru yang dikelola PGE. Nah, dengan investasi tersebut perusahaan pelat merah ini menargetkan dapat meningkatkan kapasitas listrik dari 672 megawatt (MW) menjadi 1.112 MW.

“Pertamina memiliki peran strategis untuk keberlangsungan suplai energi nasional. Salah satunya dengan terus berupaya menjamin ketersediaan energi baik dari sumber minyak dan gas bumi, maupun pengembangan sumber energi baru terbarukan,” kata Dharwawan dalam keterangan resmi yang diterima KORPORAT, Selasa (12/11/2019).

Selain kegiatan produksi, investasi Pertamina senilai US$ 2,68 miliar juga akan menggenjot kegiatan ekspolarasi. Perusahaan ini menargetkan dapat meningkatkan cadangan panasbumi dari menjadi 2.175 MW dan produksi listrik menjadi 7.445 gigawatt per hour (GWh).

Menurut Dharmawan, dari total kapasitas terpasang saat ini, pemanfaatan energi panas bumi tersebut berpotensi dapat menerangi 1.344.000 rumah dan menghemat cadangan devisa migas sekitar 31.785 BOEPD serta pengurangan emisi sebesar 3,4 ton CO2 per tahun.

Selain turut mengembangkan infrastruktur, memelihara lingkungan hidup, dan memberdayakan masyarakat di wilayah operasinya, pengembangan panas bumi yang dilakukan oleh PGE juga memberikan kontribusi kepada penerimaan negara sebesar 34% dari net operating income PGE dan juga berkontribusi langsung kepada penerimaan daerah melalui pemberian bonus produksi yang ditransfer langsung ke kas daerah sebesar 1% dari pendapatan kotor untuk penjualan uap dan 0,5% dari pendapatan kotor untuk penjualan listrik.

Baca Juga:  Kapolri Imbau Tidak Mobilisasi Massa Saat Pelantikan Presiden

“Kami akan terus meningkatkan produksi dan mengupayakan potensi panas bumi yang melimpah di Indonesia untuk mewujudkan ketahanan energi nasional di masa depan,” kata dia.

Continue Reading

POPULAR