Connect with us

Korporasi

Kejar Target Wisman, Angkasa Pura I Kebut Proyek 4 Bandara

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Setelah merampungkan perluasan terminal Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, PT Angkasa Pura I (Persero) terus mengebut penyelesaian pengembangan 4 bandara di daerah lain di Tanah Air. Pengembangan bandara tersebut diharapkan dapat mendukung konektivitas udara wilayah tengah dam timur Indonesia sekaligus mendorong hadirnya wisatawan mancanegara.

Faik Fahmi, Direktur Utama Angkasa Pura I (Persero) mengatakan, Pengembangan bandara-bandara dilakukan untuk memperluas konektivitas dan meningkatkan kapasitas trafik angkutan udara di wilayah tengah dan timur Indonesia sehingga dapat mendukung arus wisatawan mancanegara ke berbagai wilayah di Indonesia. “Pada akhirnya pengembangan juga dapat mewujudkan target nasional 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2020 bisa terwujud,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima KORPORAT, Senin (4/11/2019).

Pada Agustus 2019, perusahaannya merampungkan perluasan terminal Bandara Adi Soemarmo Solo dengan kapasitas menjadi 1,3 juta penumpang per tahun dari sebelumnya 800.000. Terminal Bandara Adi Soemarmo juga terkoneksi langsung diharapkan sudah dapat beroperasi akhir Desember depan.

Selain bandara di Solo, Angkasa Pura I juga tengah mengembangkan 4 bandara lainnya. Masing-masing yaitu, pertama, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Bandara tersebut sekarang ini progresnya mencapai 93,6%.

Nantinya, Bandara Syamsudin dapat menampung 7 juta penumpang per tahun atau meningkat hampir 5 kali lipat dari sebelumnya.

Perusahaan pelat merah ini menyiapkan investasi senilai Rp 2 triliun untuk pengembangan bantara dengan daya tampung kargo sebesar 44.000 ton per tahun. “Dengan desain terminal seperti perahu jukung dan atap terminal yang menyerupai intan, bandara ini akan menjadi ikon kebanggaan baru bagi Kalimantan Selatan,” ujar Faik.

Kedua, perusahaan pelat merah ini juga tengah menggelar pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 86,4% dan ditargetkan rampung pada Maret 2020.

Baca Juga:  Masih 'Dipakai' Jokowi, Sri Mulyani Mengaku Disuruh Pilih Jabatan

Bandara dengan luas landasan sepanjang 3.250 meter ini akan dapat menampung penumpang hingga 15 juta per tahun. Bandara YIA akan terdiri dari 3 lantai seluas 219.000 meter persegi.

Ketiga, menurut Faik, proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar juga sudah dimulai pekerjaan desain serta perluasan terminal 1 serta apron selatan-timur. Nantinya, bandara tersebut akan memiliki terminal dengan luas 166.815 meter persegi dengan daya tampung 15 juta penumpang per tahun.

Terakhir, pihaknya juga siap mendukung kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika di Nusa Tenggara Barat yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021.

Angkasa Pura I saat ini tengah mengembangkan Bandara Internasional Lombok Praya melalui perpanjangan landas pacu (runway) dari 2.750 meter menjadi 3.330 meter, perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi yang dapat menampung 7 juta penumpang per tahun.

Korporasi

BUMD DKI Jamin Pasokan Pangan Aman di Tahun Baru

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Food Station Tjipinang Jaya, perusahaan BUMD DKI Jakarta menjamin pasokan pangan berupa ketersediaan beras aman selama liburan Natal dan tahun baru. Perusahaan tersebut juga optimistis harga beras di wilayah Ibu Kota akan tetap stabil pada akhir Desember depan.

Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya mengatakan, pihaknya telah menggelar kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mengamankan pasokan beras di DKI Jakarta. Kebutuhan beras diprediksi mencapai 90.000 ton per bulan, sedangkan stok saat di gudang beras Cipinang sekitar 52 ribu ton.

“Jakarta sudah kita amankan pasokannya. Ada tambahan dari Perum Bulog 100-110 ribu ton kemudian dari Sulawesi 40 ribu ton. Stok di Pasar Cipinang dijaga di atas 30 ribu ton,” kata dia, Rabu (13/11/2019).

Arief menambahkan, pihaknya juga melakukan manajemen pergudangan berdasarkan alokasi kebutuhan tiap waktu. “Kami punya stok sampai 10 bulan barangnya. Penjagaan juga dilakukan agar jangan sampai busuk dan lain-lain. Dijaga juga jadwal datangnya, misal sebulan berapa kali dan berapa banyak,” ujarnya.

Menurut dia, dengan jumlah pasokan saat ini pihaknya optimistis dapat memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras hinga akhir tahun nanti. Ketersedian pasokan beras tersebut juga diyakini dapat menekan kestabilan harga di pasar.

Baca Juga:  Buronan Korupsi PT PLN Batubara Diringkus Kejati DKI
Continue Reading

Korporasi

Dua Anak Usaha Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Program Rehabilitasi Orang Utan

Restu Fadilah

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Dua anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya yakni PT Pupuk Kaltim dan PT Rekayasa Industri (Rekind) menyalurkan bantuan mobil operasional dan program rehabilitasi orang utan di Samboja Lestari, Kaltim. Bantuan diberikan kepada Yayasan Penyelamatan orang utan Borneo (Borneo orang utan Survival Foundation) guna mendukung kegiatan rehabilitasi dan reintroduksi orang utan di Kaltim.

“Bantuan ini adalah bukti kepedulian Pupuk Indonesia Grup terhadap lingkungan, khususnya dalam bidang pelestarian satwa langka di dunia yang terancam punah akibat perburuan. Penting bagi kita semua berkontribusi dalam menjaga kelestarian orang utan, sehingga dapat menjadi warisan satwa bagi anak cucu kita nanti,” tutur Direktur SDM dan Umum PT Pupuk Kaltim, Meizar Effendi saat acara serah terima bantuan di Samboja Lestari, Kaltim pada Selasa, (12/11/2019).

Meizar menerangkan, bantuan mobil yang diserahkan berjenis double cabin 4×4 dari PT Pupuk Kaltim dan dana sebesar Rp 175 juta untuk program rehabilitasi Orangutan dari PT Rekind. Bantuan mobil difokuskan juga untuk operasi penyelamatan orang utan di titik-titik kritis.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga kegiatan pelepasliaran orangutan yang telah selesai menjalani tahap rehabilitasi.

“Diharapkan dukungan kami ini dapat memberikan manfaat besar bagi kegiatan rehabilitasi Orangutan yang dilakukan Yayasan Borneo Orang utan Survival,” ujar Meizar.

Asal tahu saja, Yayasan Penyelamatan Orang Utan Borneo atau biasa dikenal Yayasan BOS, berdiri sejak 1991. Yayasan ini merupakan sebuah organisasi non-profit Indonesia yang didedikasikan untuk konservasi orang utan Borneo dan habitatnya.

Mereka bekerjasama dengan masyarakat setempat, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan organisasi mitra internasional.

Yayasan BOS saat ini merawat lebih dari 750 orangutan dengan dukungan 400 karyawan dan para ahli di bidang primata, keanekaragaman hayati, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan kesehatan orangutan. Yayasan BOS berfokus pada penyelamatan, rehabilitasi, reintroduksi dan konservasi jangka panjang Orangutan Kalimantan.

Baca Juga:  Kasus Suap Impor Ikan, KPK Kembali Panggil Dirut Perindo

Meizar menambahkan,  sampai dengan 31 September 2019, Pupuk Indonesia Grup telah menyalurkan dana Bina Lingkungan mencapai Rp 26 Miliar. Angka tersebut terdiri dari anggaran program Bina Lingkungan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Rp 9 Miliar, PT Petrokimia Gresik Rp 11,7 Miliar, PT Pupuk Kujang Cikampek Rp 2 Miliar, PT Pupuk Kaltim Rp 3,19 Miliar, dan PT Rekayasa Industri Rp 595 Juta.

Continue Reading

Korporasi

Genjot Produksi Geothermal, Pertamina Investasi US$ 2,68 Miliar

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energi akan berinvestasi senilai US$ 2,68 miliar untuk sejumlah proyek pengembangan produksi pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP). Investasi tersebut rencananya akan digelontorkan pada periode 2021 hingga 2026 mendatang.

Dharmawan H Samsu, Direktur Hulu PT Pertamina mengatakan, investasi senilai US$ 2,68 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan di sejumlah wilayah kerja panasbumi serta untuk dua WK baru yang dikelola PGE. Nah, dengan investasi tersebut perusahaan pelat merah ini menargetkan dapat meningkatkan kapasitas listrik dari 672 megawatt (MW) menjadi 1.112 MW.

“Pertamina memiliki peran strategis untuk keberlangsungan suplai energi nasional. Salah satunya dengan terus berupaya menjamin ketersediaan energi baik dari sumber minyak dan gas bumi, maupun pengembangan sumber energi baru terbarukan,” kata Dharwawan dalam keterangan resmi yang diterima KORPORAT, Selasa (12/11/2019).

Selain kegiatan produksi, investasi Pertamina senilai US$ 2,68 miliar juga akan menggenjot kegiatan ekspolarasi. Perusahaan ini menargetkan dapat meningkatkan cadangan panasbumi dari menjadi 2.175 MW dan produksi listrik menjadi 7.445 gigawatt per hour (GWh).

Menurut Dharmawan, dari total kapasitas terpasang saat ini, pemanfaatan energi panas bumi tersebut berpotensi dapat menerangi 1.344.000 rumah dan menghemat cadangan devisa migas sekitar 31.785 BOEPD serta pengurangan emisi sebesar 3,4 ton CO2 per tahun.

Selain turut mengembangkan infrastruktur, memelihara lingkungan hidup, dan memberdayakan masyarakat di wilayah operasinya, pengembangan panas bumi yang dilakukan oleh PGE juga memberikan kontribusi kepada penerimaan negara sebesar 34% dari net operating income PGE dan juga berkontribusi langsung kepada penerimaan daerah melalui pemberian bonus produksi yang ditransfer langsung ke kas daerah sebesar 1% dari pendapatan kotor untuk penjualan uap dan 0,5% dari pendapatan kotor untuk penjualan listrik.

Baca Juga:  Keluhkan Harga Domestik, Penambang Nikel Ancam Pemboikotan

“Kami akan terus meningkatkan produksi dan mengupayakan potensi panas bumi yang melimpah di Indonesia untuk mewujudkan ketahanan energi nasional di masa depan,” kata dia.

Continue Reading

POPULAR