Connect with us

Korporasi

Medco Power Targetkan PLTGU Riau Rampung Mei 2021

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Medco Power Indonesia menargetkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) atau gas combined cycle power plant (CCPP) di Tenayan, Pekanbaru akan beroperasi komersial pada Mei 2021 mendatang. Saat ini progres pembangunan pembangkit berkapasitas 275 megawatt (MW) ini telah mencapai 46%.

Budi Nugroho, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Medco Power Indonesia mengatakan, pihaknya sedang menggenjot pembangunan pembangkit untuk menambah portofolio perusahaan, salah satunya PLTGU Pekanbaru. Pada 2020, diharapkan proses konstruksinya rampung, sehingga pengoperasian bisa dikelar pertengahan tahun 2021.

“Proyek pembangkit yang sedang kami garap, paling cepat CCPP Pekanbaru yang kami targetkan pembangunannya mungkin selesai pada tahun 2020 depan,” kata Budi usai mengikuti workshop terkait tantangan dan penyediaan SDM untuk sektor ketenagalistrikan periode 2020-2024 di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (27/11/2019)., Rabu (27/11/2019).

PLTGU Pekanbaru digarap anak usaha Medco yakni PT Medco Ratch Power Riau. Perusahaan tersebut merupakan badan usaha patungan dengan porsi Medco Power 51% dan perusahaan listrik asal Thailand, Ratch Group Public Company Limited Public sebesar 49%.

Pada 21 November silam, Medco Ratch telah mencapai financial close untuk proyek pembangkit tersebut. Adapun lembaga pembiayaan terdiri dari Asian Development Bank (ADB), Leading Asia’s Private Infrastructure Fund (LEAP), International Finance Corporation (IFC), Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), serta Sumitomo Mitsui Bank Corporation. Total investasi proyek mencapai US$ 293 juta.

Sebelumnya, Eka Satria, Presiden Direktur Medco Power mengatakan, financial close ini merupakan tonggak pencapaian yang penting dalam bkomitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek pembangunan PLTGU Pekanbaru Riau 275 MW sesuai dengan persyaratan dalam perjanjian pembelian tenaga listrik dengan PLN.”Kami berharap proyek ini dapat mencapai pemenuhan Tanggal Operasi Komersial (COD) pada Mei 2021,” kata dia.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Korporasi

Inka Ekspor Kereta Senilai Rp 134 Miliar ke Filipina

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA –PT Inka (Persero) menggelar kegiatan ekspor dua rangkaian kereta diesel multiple unit (DMU) ke Filipina. Kereta tersebut merupakan pesanan Philippine National Railways (PNR) dengan nilai kontrak senilai 485 juta Peso atau setara Rp 134 miliar.

Pengiriman dua unit kereta dilakukan pada akhir November lalu di Pelabuhan Jamrud Tanjung Perak Surabaya dan sampai di pelabuhan Manila pada Sabtu (7/12/2019) lalu. Dalam pelepasan pengiriman ditinjau langsung oleh Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro.

DMU Filipina ini memiliki spesifikasi 1 rangkaian terdiri dari 3 kereta. Dengan deain kursi berhadap-hadapan menunjang kapasitas angkut penumpang untuk rute dalam kota, yakni antar Stasiun Tutuban ke Stasiun Alabang. Nilai kontrak 2 DMU tersebut sebesar Rp 134 Miliar.

Selain memproduksi 2 rangkaian DMU ini, Inka juga sedang memproduksi pesanan dari Philippine National Railways lainnya. Yakni, 4 DMU dengan nilai kontrak 1 miliar Peso atau Rp 296 miliar, serta 3 lokomotif dan 15 kereta penumpang dengan nilai kontrak 1,3 miliar Peso atau Rp 362 miliar.

Alhasil, keseluruhan nilai kontrak yang diraih Inka untuk pengadaan kereta Philippines National Railways sejumlah Rp 792 miliar.

Continue Reading

Korporasi

Candra Asri Resmikan Pabrik Petrokimia Senilai Rp 5,3 Triliun

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk meresmikan pabrik petrokimia senilai US$ 380 juta atau setara Rp 5,3 triliun. Pabrik yang memproduksi produk polyethylene berkapasitas 400.000 ton per tahun tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (6/12/2019).

Erwin Ciputra, Presiden Direktur Candra Asri mengatakan, saat ini kebutuhan bahan baku petrokimia berupa polyethylene sebagian besarnya masih diperoleh secara impor. Oleh sebab itu, beroperasinya pabrik anyar di Cilegon, Banten ini diharapkan dapat mensubsitusi impor sekaligus menghemat devisa.

“Inilah alasan kami untuk fokus pada peningkatan kapasitas demi memenuhi permintaan domestik. Peningkatan kapasitas pabrik polyethylene Chandra Asri diharapkan dapat mensubstitusi impor dan menghemat devisa negara hingga Rp 8 triliun,” kata Erwin dalam siaran pers.

Saat ini, kebutuhan domestik polyethylene yang mencapai 2,3 juta ton saban tahun. Sementara, kapasitas produksi nasional baru 780.000 ton per tahun. Alhasil, Indonesia masih masih mengimpor produk petrokimia tersebut sebanyak 1,52 juta ton setiap tahun.

Dengan tambahan kapasitas produksi dari pabrik baru sebanyak 400.000 ton per tahun, total kapasitas produksi emiten dengan kode TPIA tersebut bertambah menjadi 736.000 ton per tahun.

Tambah Investasi Rp 80 T

Selain membangun pabrik baru, Candra Astri juga berencana membangun komplek pabrik petrokimia kedua. Rencananya, perusahaan tersebut akan mengucurkan investasi sekitar Rp 60 triliun hingga Rp 80 triliun dengan target operasi pada 2024 mendatang.

Presiden Jokowi menyatakan dukungan terhadap rencana perusahaan tersebut. “Feeling saya mengatakan, 4 tahun lagi kita, 3 atau 4 tahun lagi kita sudah tidak mengimpor lagi yang namanya bahan-bahan petrokimia dan justru bisa kita ekspor,” kata ketika menyampaikan sambutan sebagaimana dikutip dari laman Sekretaris Kabinet.

Ekspor bahan kimia sekarang kini hanya mencapai Rp 124 triliun, sedangkan impor bahan kimia saat ini Rp 317 triliun. Sehingga, masih defisit Rp 193 triliun. “Jangan berikan peluang-peluang seperti ini ke negara lain. Kalau kita bisa membuat sendiri kenapa kita harus impor,” kata Jokowi.

Continue Reading

Korporasi

Vero, Perusahaan PR Asal Thailand Ekspansi ke Indonesia

Muhammad Yazid

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Vero, Perusahaan PR dan Agensi yang bermarkas di Thailand mengembangkan sayapnya di Indonesia. Perusahaan ini mengumumkan telah membuka kantor barunya di Jakarta.

Pawares Wongpethkao, Chief Digital and Growth Officer Vero mengatakan, wilayah ASEAN adalah salah satu zona ekonomi terbaik di dunia dan dengan populasi 261 juta orang, dan Indonesia termasuk dalam kategori pemain utama. Diperkirakan bahwa perkembangan Indonesia akan menempatkan negara ini di urutan kelima ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami merasa senang mengerjakan kampanye serta bermitra di Indonesia, dan kami merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuka kantor kami sendiri, membangun tim sendiri dan mengutamakan pola pikir digital,” kata dia keterangan yang diterima KORPORAT, Jumat (6/12/2019).

Dengan menambah kantor baru, maka kantor Vero berjumlah menjadi empat dan meningkatkan jumlah karyawan ke hampir 100 profesional di Asia Tenggara. Selain Indonesia, Vero telah memiliki kantor di Thailand, Myanmar dan Vietnam.

“Kami sangat senang membawa gaya komunikasi kami ke pasar ini,” kata Pawares. Sayang ia tidak menyebutkan secara detail investasi yang dikeluarkan perusahaannya untuk melakukan ekspansi di Tanah Air.

Brian Griffin, selaku Managing Director menambahkan, Indonesia diharapkan menjadi tambahan baru yang bagus untuk keluarga perusahaan Vero. “Tim baru kami di Jakarta sangat cocok dengan agensi modern yang kami buat di wilayah Asia Tenggara ini. Kantor baru ini membantu kami melayani klien yang sudah ada dan yang baru dengan lebih baik karena banyak di antaranya yang memprioritaskan Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan,” ujarnya.

Vero sekarang melayani berbagai klien dengan kebutuhan multi-negara di seluruh Asia Tenggara. Pada tahun 2017, Vero dinobatkan sebagai Agency of the Year Asia Tenggara oleh Holmes Report.

Tahun ini, PR WEEK memberi Vero dua penghargaan regional, Campaign of the Year untuk Asia Tenggara dan Cause Related Campaign of the Year untuk kampanye komunikasi ASI yang dibuat oleh tim Vero Myanmar. Klien yang telah digandeng Vero antara lain adalah Netflix, La Mer dan Dell.

Continue Reading

POPULAR