Mengenal Anemia: Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

INFORMASI.COM, Jakarta - Anemia terjadi ketika tubuh memiliki kadar sel darah merah yang lebih sedikit dari jumlah normal. Dalam tes darah rutin, anemia biasanya terdeteksi melalui kadar hemoglobin atau hematokrit yang rendah.
Dikutip dari WebMD, Sabtu (15/2/2025), hemoglobin adalah protein utama dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika kadar hemoglobin terlalu rendah, organ dan jaringan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen, yang dapat menyebabkan berbagai gejala.
Beberapa kelompok yang lebih berisiko mengalami anemia adalah wanita, anak-anak, dan orang dengan penyakit kronis.
Begini Cara Diet usai Makan Besar dalam Perayaan NatalGejala Anemia
Gejala anemia sering kali tidak disadari karena muncul secara perlahan. Namun, jika jumlah sel darah merah semakin menurun, beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain:
- Cepat lelah atau lemas
- Pusing atau sering merasa ingin pingsan
- Kulit pucat atau kekuningan
- Sesak napas
- Denyut jantung tidak teratur
- Sakit kepala
- Tangan dan kaki terasa dingin
Pada kasus yang lebih parah, anemia juga dapat menyebabkan kuku rapuh, sariawan, hilangnya gairah seksual, serta peningkatan jumlah darah menstruasi pada wanita.
Penyebab Anemia
Ada lebih dari 400 jenis anemia yang terbagi dalam tiga kategori utama:
1. Anemia akibat kehilangan darah
Pendarahan berkepanjangan dapat menyebabkan tubuh kehilangan sel darah merah dalam jumlah besar. Penyebabnya bisa karena masalah pencernaan (seperti maag, gastritis, dan wasir), menstruasi berat, cedera, atau operasi.
2. Anemia akibat produksi sel darah merah yang kurang atau tidak normal
Tubuh mungkin tidak mampu menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang cukup karena kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat. Beberapa kondisi seperti anemia defisiensi zat besi, anemia sel sabit, dan thalassemia juga dapat memengaruhi produksi sel darah merah.
3. Anemia akibat penghancuran sel darah merah yang terlalu cepat
Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit autoimun, infeksi, efek samping obat-obatan, atau gangguan genetik tertentu seperti anemia hemolitik dan anemia sel sabit.
Apakah Anemia Berbahaya?
Program Cek Kesehatan Gratis untuk Balita dan Anak Prasekolah Diluncurkan, Begini Cara Daftarnya!Tingkat keparahan anemia tergantung pada penyebabnya. Anemia ringan yang terjadi selama kehamilan biasanya tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan suplemen zat besi.
Namun, anemia yang lebih serius dapat menjadi tanda kondisi medis yang berbahaya, seperti penyakit ginjal atau kanker.
Pada kasus yang sangat parah, anemia dapat menyebabkan gagal jantung atau bahkan mengancam nyawa. Oleh karena itu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala anemia yang tidak kunjung membaik.
Cara Mengatasi Anemia
Pengobatan anemia tergantung pada penyebabnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia meliputi:
- Mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati, bayam, dan kacang-kacangan.
- Mengonsumsi suplemen zat besi atau vitamin B12 sesuai anjuran dokter.
- Melakukan transfusi darah pada kasus anemia berat.
- Mengobati penyakit yang mendasari anemia, seperti gangguan ginjal atau penyakit autoimun.
Menjaga pola makan sehat dan rutin memeriksakan kesehatan darah dapat membantu mencegah anemia serta menjaga tubuh tetap bertenaga. Jika kamu mengalami gejala anemia, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
(Penulis: Wafiq Azizah)