Connect with us

News

Gedung DPR RI Diusulkan Jadi RS Darurat Corona

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Gedung DPR RI diusulkan untuk disulap menjadi menjadi Rumah Sakit (RS) darurat untuk menangani pasien yang terinfeksi virus corona. Usulan itu datang dari Anggota DPR RI, Faisol Reza.

Menurutnya, langkah itu bisa dilakukan, jika rumah sakit dan Wisma Atlet yang telah disiapkan oleh pemerintah tak mampu lagi menampung jumlah pasien terjangkit virus corona di hari mendatang.

“Kami siap untuk mengubah gedung DPR untuk jadi rumah sakit darurat. Jika itu diperlukan karena kapasitas sudah tidak mencukupi,” ucapnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, (25/3/2020).

Ketua Komisi VI DPR RI itu pun menyarankan agar semua pihak tidak saling menyalahkan di tengah situasi penyebaran virus corona seperti saat ini. Sebab, langkah terpenting untuk dilakukan saat ini adalah mengantisipasi dan memitigasi kemungkinan yang akan terjadi ke depan secara matang.

Reza mengklaim, sudah mengkomunikasikan hal ini dengan sejumlah koleganya di DPR secara informal. Hasilnya, tidak ada satupun yang merasa keberatan dengan gagasan tersebut.

“Bilamana perlu, kami bisa minta tolong negara lain yang sudah berhasil menangani persoalan ini seperti China, Korea, atau Singapura,” pungkasnya.

Baca Juga:  Panduan Memerangi Corona

News

Tanggap Darurat DKI Jakarta Diperpanjang Sampai 19 April 2020

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa status tanggap darurat bencana Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 menjadi 19 April 2020 mendatang. Sebelumnya, pemprov menetapkan status berakhir hingga Minggu, 5 April 2020 depan.

Dengan perpanjangan masa status ini, otoritas Ibu KOta RI ini meminta penutupan tempat wisata serta penutupan lokasi hiburan. Selain itu, kegiatan belajar-mengajar di sekolah juga masih ditiadakan hingga masa tanggap darurat berakhir.

“Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat di Jakarta bahwa pembatasan tetap berjalan. Karena itu, status Tanggap Darurat di Jakarta akan kita perpanjang yang semula sampai dengan tanggal 5 April, maka diperpanjang sampai dengan 19 April. Itu artinya kegiatan bekerja dari rumah untuk jajaran Pemerintahan, Polda dan Kodam yang terkait sipil itu akan juga terus bekerja di rumah,” usai pertemuan dengan jajaran Forkopimda, khususnya Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya, pada Sabtu (28/3).

Dengan penetapan status ini, Pemprov mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan tidak bepergian, kecuali untuk kegiatan yang esensial seperti kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok dan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diminta agar tidak meninggalkan Jakarta alias pulang kampung.

“Jadi, saya berharap kepada semuanya ambil sikap bertanggung jawab dengan tetap tinggal di Jakarta dan jangan pulang kampung apalagi bila yang bersangkutan berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP),” ujar Anies.

Hingga 28 Maret 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 603 kasus dengan 62 orang meninggal. Di mana, dari total tersebut terdapat 61 tenaga medis yang terpapar virus.

Baca Juga:  Penanganan Corona Ngawur, Pemerintah Didesak Revisi Protokol
Continue Reading

News

Akademisi: Jus Jerus Plus Kulitnya Bisa Tangkal Covid-19

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kalangan akademisi menilai kulit jeruk mampu dijadikan sebagai makanan untuk menangkal masuknya Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Selama masa berdiam diri di rumah, masyarakat sangat disarankan untuk mengonsumsi jus jeruk sekaligus kulitnya.

“Hesperidin ini disinyalir bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus. Di manakah kita bisa mendapatkan senyawa ini? Senyawa ini banyak ditemukan di kulit buah jeruk,” ujar Prof Irmanida Batubara, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC) dalam keterang pers, Sabtu (28/3/2020).

Hasil penelitian Prof Irmanida dilakukan bersama akademisi yang terdiri dari tim periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Fakultas Farmasi UI, TropBRC, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dan Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

Kalangan akademisi tersebut telah menemukan senyawa yang berpotensi untuk melawan Covid-19. Senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin yang banyak terdapat dalam kulit jeruk.

“Jadi selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih. Memang akan terasa sedikit pahit. Nah tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin ada di dalamnya,” ujar Irmanida.

Menurut dia, bagi warga yang tidak tahan dengan rasa pahit kulit jeruk dapat menggunakan trik lain. Yakni, dengan infus water jeruk dan kulitnya. Dengan begitu, senyawa hesperidin bisa larut dalam minuman tersebut.

Ia menambahkan, semua jenis jeruk mengandung hesperidin. “Jadi tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lainnya,” katanya.

Baca Juga:  Tanggap Corona, PKS Sepakat Gelontorkan Dana BLT Pada Masyarakat
Continue Reading

News

IDI Sebut Kemungkinan Pasien Corona Sembuh Capai 97%

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut kemungkinan sembuhnya pasien terinfeksi virus corona (COVID-19) mencapai 97%. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu takut berlebihan menghadapi virus corona.

“Penyakit ini jangan disamakan dengan flu burung yang memiliki angka kematian tinggi. Covid-19 gejala klinisnya ringan, bicara data yang meninggal 3 persen, kemungkinan sembuhnya 97 persen,” papar anggota Satgas Kewaspadaan & Kesiagaan COVID-19 IDI, dokter Erlina Burhan dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Ia juga membandingkannya dengan penyakit-penyakit lain. Angka kematian karena corona tergolong kecil dibanding yang lainnya.

“Banyak penyakit lain kematiannya lebih tinggi, seperti Jantung, Diabetes dan Stroke. Nah, Tubercolosis kematian 98 ribu per tahun, coba dihitung per menit ada berapa orang yang meninggal karena TBC?” sebutnya.

Menurutnya, pasien yang dinyatakan positif terkena corona dalam waktu dekat sudah bisa sembuh dan beraktivitas kembali. Namun, ia mengingatkan untuk tidak membuat stigma negatif dan menerima kembali pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

Per Sabtu, (28/3/2020), jumlah pasien positif corona bertambah 109 orang. Dengan demikian, total menjadi 1.155 kasus. Dari jumlah tersebut, 102 orang dinyatakan meninggal dunia dan 59 orang lainnya sembuh.

Baca Juga:  Gara-gara Corona, KAI Batalkan 19 Perjalanan Kereta
Continue Reading

POPULAR