Connect with us

News

Suasana Berkabung, Jokowi Utamakan Negara Bahas Corona di KKT 20

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA– Meski masih dalam suasana berkabung atas meninggalnya sang ibunda, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih tetap menjalankan agenda kenegaraan yakni sidang pimpinan Konferensi Tingkat Tinggi kelompok negara ekonomi 20 (G20).

Adapun agenda sidang yakni membahas penanganan wabah virus corona (Covid-19). Rencananya pertemuan KTT G20 akan dilakukan secara virtual hari ini pukul 19.00 Wib, Kamis (26/3).

“Rencananya Presiden akan tetap hadir dan menyampaikan pandangannya dari Istana Bogor,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung Kamis (26/3/2020).

Pramono menuturkan, permasalahan Covid-19 memang menjadi masalah di sejumlah negara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri telah ada 790 kasus positif dengan 31 kasus sembuh dan 58 kasus meninggal dunia.

Hal itu masih menjadi perhatian utama bagi pemerintah. Termasuk Jokowi yang tengah dalam keadaan duka tersebut.

“Beliau tabah sekali dan tetap memikirkan urusan kerjaan terutama yang berkaitan dengan Penanganan Covid-19,” terang Parmono.

Baca Juga:  Menteri Erick: RS Milik BUMN Siap Tangani Pasien Corona

News

Tanggap Darurat DKI Jakarta Diperpanjang Sampai 19 April 2020

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa status tanggap darurat bencana Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 menjadi 19 April 2020 mendatang. Sebelumnya, pemprov menetapkan status berakhir hingga Minggu, 5 April 2020 depan.

Dengan perpanjangan masa status ini, otoritas Ibu KOta RI ini meminta penutupan tempat wisata serta penutupan lokasi hiburan. Selain itu, kegiatan belajar-mengajar di sekolah juga masih ditiadakan hingga masa tanggap darurat berakhir.

“Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat di Jakarta bahwa pembatasan tetap berjalan. Karena itu, status Tanggap Darurat di Jakarta akan kita perpanjang yang semula sampai dengan tanggal 5 April, maka diperpanjang sampai dengan 19 April. Itu artinya kegiatan bekerja dari rumah untuk jajaran Pemerintahan, Polda dan Kodam yang terkait sipil itu akan juga terus bekerja di rumah,” usai pertemuan dengan jajaran Forkopimda, khususnya Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya, pada Sabtu (28/3).

Dengan penetapan status ini, Pemprov mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan tidak bepergian, kecuali untuk kegiatan yang esensial seperti kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok dan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diminta agar tidak meninggalkan Jakarta alias pulang kampung.

“Jadi, saya berharap kepada semuanya ambil sikap bertanggung jawab dengan tetap tinggal di Jakarta dan jangan pulang kampung apalagi bila yang bersangkutan berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP),” ujar Anies.

Hingga 28 Maret 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 603 kasus dengan 62 orang meninggal. Di mana, dari total tersebut terdapat 61 tenaga medis yang terpapar virus.

Baca Juga:  Kasus Bakamla, KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT CMI Teknologi
Continue Reading

News

Akademisi: Jus Jerus Plus Kulitnya Bisa Tangkal Covid-19

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kalangan akademisi menilai kulit jeruk mampu dijadikan sebagai makanan untuk menangkal masuknya Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Selama masa berdiam diri di rumah, masyarakat sangat disarankan untuk mengonsumsi jus jeruk sekaligus kulitnya.

“Hesperidin ini disinyalir bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus. Di manakah kita bisa mendapatkan senyawa ini? Senyawa ini banyak ditemukan di kulit buah jeruk,” ujar Prof Irmanida Batubara, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC) dalam keterang pers, Sabtu (28/3/2020).

Hasil penelitian Prof Irmanida dilakukan bersama akademisi yang terdiri dari tim periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Fakultas Farmasi UI, TropBRC, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dan Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

Kalangan akademisi tersebut telah menemukan senyawa yang berpotensi untuk melawan Covid-19. Senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin yang banyak terdapat dalam kulit jeruk.

“Jadi selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih. Memang akan terasa sedikit pahit. Nah tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin ada di dalamnya,” ujar Irmanida.

Menurut dia, bagi warga yang tidak tahan dengan rasa pahit kulit jeruk dapat menggunakan trik lain. Yakni, dengan infus water jeruk dan kulitnya. Dengan begitu, senyawa hesperidin bisa larut dalam minuman tersebut.

Ia menambahkan, semua jenis jeruk mengandung hesperidin. “Jadi tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lainnya,” katanya.

Baca Juga:  Menteri Erick: RS Milik BUMN Siap Tangani Pasien Corona
Continue Reading

News

IDI Sebut Kemungkinan Pasien Corona Sembuh Capai 97%

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut kemungkinan sembuhnya pasien terinfeksi virus corona (COVID-19) mencapai 97%. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu takut berlebihan menghadapi virus corona.

“Penyakit ini jangan disamakan dengan flu burung yang memiliki angka kematian tinggi. Covid-19 gejala klinisnya ringan, bicara data yang meninggal 3 persen, kemungkinan sembuhnya 97 persen,” papar anggota Satgas Kewaspadaan & Kesiagaan COVID-19 IDI, dokter Erlina Burhan dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Ia juga membandingkannya dengan penyakit-penyakit lain. Angka kematian karena corona tergolong kecil dibanding yang lainnya.

“Banyak penyakit lain kematiannya lebih tinggi, seperti Jantung, Diabetes dan Stroke. Nah, Tubercolosis kematian 98 ribu per tahun, coba dihitung per menit ada berapa orang yang meninggal karena TBC?” sebutnya.

Menurutnya, pasien yang dinyatakan positif terkena corona dalam waktu dekat sudah bisa sembuh dan beraktivitas kembali. Namun, ia mengingatkan untuk tidak membuat stigma negatif dan menerima kembali pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

Per Sabtu, (28/3/2020), jumlah pasien positif corona bertambah 109 orang. Dengan demikian, total menjadi 1.155 kasus. Dari jumlah tersebut, 102 orang dinyatakan meninggal dunia dan 59 orang lainnya sembuh.

Baca Juga:  Menteri Erick: RS Milik BUMN Siap Tangani Pasien Corona
Continue Reading

POPULAR