Connect with us

Makro

PUPR Kebut Penyelesaian Proyek Bendungan Ciawi

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan tengah mengebut proyek pembangunan Bendungan Ciawi yang berlokasi di Hulu Sungai Ciliwung, Kecamatan Cisarua, Jawa Barat. Bendungan dengna nilai proyek senilai Rp 798,7 miliar tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2020 mendatang.

Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR mengatakan, pembangunan bendungan merupakan bagian dari rencana induk (master plan) pengendalian banjir Ibu Kota Jakarta. “Saat ini progres pembangunan Bendungan Ciawi sudah 45% dan akan diselesaikan akhir tahun ini atau Desember 2020,” kata dia.

Bendungan Ciawi direncanakan memiliki volume tampung 6.05 juta meter kubik dan luas genangan 39.40 hektare. Bendungan ini didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung. Bendungan Ciawi akan mereduksi banjir sebesar 111,75 meter kubik per detik.

Kontrak pekerjaan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 dengan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dan PT Sacna. Pembangunannya telah mulai pada 2 Desember 2016 dijadwalkan selesai awal 2021, namun ditargetkan dapat selesai lebih cepat pada akhir tahun 2020.

Menurut Basuki, pembangunannya saat ini meliputi pekerjaan bendungan utama berupa galian tubuh bendungan, grouting tubuh bendungan, serta timbunan main cofferdam. Selain itu, tengah digarap juga bangunan pelimpah yang mencakup proses pembebasan lahan, clearing dan grubbing, penggalian serta tebing spillway.

Kemudian, sedang dikerjakan juga hidromekanikal atau pengadaan maintenance gate), pembangunan fasilitas umum, clearing area lahan, dan galian bottom outlet, pengecoran, pengalihan anak sungai, serta pekerjaan jalan OP.

Di wilayah hulu, selain Bendungan Ciawi juga dibangun Bendungan Sukamahi dengan volume tampung sebesar 1,68 juta meter kubik dan luas area genangan 5,23 hektar dan saat ini progresnya telah mendekati 40 persen. Sementara di hilir Jakarta dilakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane juga telah menyelesaikan penambahan pintu air Manggarai dan Karet, serta tengah menyelesaikan Sudetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Baca Juga:  Keruk Bendungan Samarinda, Pemerintah Kucurkan Dana Rp 26 M

Makro

2019, Investasi di Jakarta Capai Rp 123,9 Triliun

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – DKI Jakarta masih menjadi magnet bagi kalangan investor. Sepanjang tahun 2019 lalu realisasi investasi baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) jumlahnya mencapai Rp 123,9 triliun.

Benni Aguscandra, Kepala Dinas PM-PTSP DKI Jakarta mengatakan, realisasi investasi Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar 8,5% ketimbang realisasi pada tahun 2018. Di mana, pada tahun sebelumnya, investasi di ibukota baik PMA ataupun PMDN jumlahnya sebesar Rp 114,2 triliun.

“Realisasi investasi di DKI Jakarta juga berkontribusi sebesar 15,3% dari total realisasi investasi di Indonesia sepanjang tahun 2019 yang mencapai Rp 809,6 triliun,” ujarnya, Kamis (6/2/2021).

Benni menjelaskan, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, DKI Jakarta masih menempati posisi realisasi investasi PMDN tertinggi se-Indonesia selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan DKI Jakarta meskipun dengan luas wilayah daratan yang lebih kecil dibandingkan provinsi lainnya di pulau Jawa, namun tetap memberikan kinerja positif dalam mendatangkan investasi. “PMDN di DKI Jakarta di tahun 2017 sebesar Rp 47,3 triliun. Kemudian, pada tahun 2018 sebesar Rp 49,1 triliun, dan meningkat menjadi Rp 62,1 triliun di 2019,” terangnya.

Baca Juga:  Terseret Korupsi Garuda, Dirut PT Mabua Harley Davidson Diperiksa KPK
Continue Reading

Makro

Wah, Tiket Pesawat ke Bali Diskon!

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kabar bahagia datang bagi para traveler. Sebab, pemerintah berencana menurunkan harga tiket pesawat (diskon) untuk penerbangan ke Bali, Sulawesi Utara (Sulut) dan Kepulauan Riau (Kepri).

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengaku telah membahas kebijakan tersebut dengan sejumlah maskapai. Namun, ia belum mau menjelaskan lebih rinci berapa besaran diskon yang akan diberikan.

“Kemarin, saya sudah rapat dengan maskapai untuk kasih harga spesial untuk ketiga tempat tersebut,” ujar Budi di Jakarta, Jumat, (7/2/2020).

Budi memastikan, kebijakan diskon tiket pesawat domestik akan segera berlaku. Adapun kebijakan ini dibuat karena ketiga destinasi tersebut mengalami penurunan wisatawan setelah pemerintah membuat aturan untuk menutup masuk wisatawan asal Cina karena wabah virus corona. Dengan pemberian diskon penerbangan diharapkan pariwisata di tiga wilayah tersebut tak merosot pasca larangan terbang dari dan ke China.

Sebagai informasi, Kemenhub memutuskan untuk menunda sementara penerbangan dari dan ke seluruh destinasi China. Penundaan berlaku mulai Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB, sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Larangan sementara ini juga berlaku bagi bagi maskapai asing yang melakukan penerbangan dari China menuju Indonesia, termasuk penerbangan transit dari China.

Baca Juga:  Asabri Ditangani Polri, Kejagung Fokus Jiwasraya
Continue Reading

Makro

Omnibus Law Diyakini Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA– Pemerintah meyakini undang-undang omnibus law akan mampu mendongkrak peyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagimana draf yang diajukan oleh pemeintah ke DPR, terdapat Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Omnibus Law Perpajakan.

“Saya yakin pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat aman lebih tinggi di masa mendatang,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Lebih lanjut, menurut Suahasil nantinya pertumbuhan ekonomi lebih tajam. yang mana saat ini pertumbuhan tersebut masih di angka 5,04 persen.

“Kita bisa reform dengan 2 omnibus yang sekarang siap dibicarakan dengan DPR,” katanya mengakhiri.

Baca Juga:  Keruk Bendungan Samarinda, Pemerintah Kucurkan Dana Rp 26 M
Continue Reading

POPULAR