Connect with us

Keuangan

Valuasi Jiwasraya Putra Disebut Mencapai Rp 9 Triliun

Restu Fadilah

Published

on

KORPORAT.COM, JAKARTA – PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah menjajakan anak usahnya yakni Jiwasraya Putra kepada investor. Hal ini merupakan bagian dari strategi untuk menangani tekanan likuiditas yang tengah membeli perseroan.

Staf Khusus Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Arya Sinulingga mengatakan, valuasi anak usaha tersebut diperkirakan mencapai Rp 9 triliun. Sebab ada produk-produk bagus milik induk yang akan diturunkan ke Jiwasraya Putra.

“Ada produk-produk dia yang bagus, terlepas dari sisi keuangannya. Kami sedang memilah-milah mana bisnis yang bagus untuk diteruskan dan bisa dijual ke investor,” ujar Arya di Kantor Kementerian BUMN, Kamis, (21/11/2019).

Jiwasraya Putra memang sengaja dibentuk untuk menyokong likuditas Jiwasraya. Berdasarkan materi presentasi RDP (Rapat Dengar Pendapat) Jiwasraya dengan DPR beberapa waktu lalu tercatat, Jiwasraya mengalami ekuitas minus sebanyak Rp 24 triliun per September 2019. Perusahaan asuransi milik negara ini membutuhkan dana Rp 32,89 triliun untuk memenuhi rasio kecukupan modal berbasis risiko (RBC) sesuai ketetapan otoritas yakni 120%.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pengawasan Asuransi OJK, Ahmad Nasrullah mengatakan, saat ini terdapat beberapa perusahaan yang tengah bernegosiasi untuk menjadi investor strategis Jiwasraya Putra.

“Mereka masih dalam proses, kalau berapa tanya manajemen, tapi yang saya tahu yang ikut bidding itu ada dua atau tiga,โ€ ungkapnya.

Investor strategis yang terpilih akan menjadi pemilik mayoritas Jiwasraya Putra. Konon kepemilikan saham investor strategis tersebut akan mencapai 49%.

Adapun komposisi saham Jiwasraya Putra saat ini adalah, Jiwasraya 64%, BTN 20,4%, Telkomsel 13% serta sisanya dari Pegadaian dan KAI. Jika investor strategis nanti masuk, artinya kepemilikan saham Jiwasraya di Jiwasraya Putra akan berubah menjadi 15%.

Baca Juga:  KPK Kembali Panggil Dirut Petrokimia Gresik

Bank

20 Tahun Berkarir, Royke Jadi Bos Baru Bank Mandiri

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Karir Royke Tumilaar melejit. Dalam kurun waktu 20 tahun berkarir di dunia perbankan, pria kelahiran tahun 1964 itu akan segera menyandang status Direktur Utama (Dirut) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Royke menggantikan Kartika Wirjoatmodjo, Dirut Bank Mandiri sebelumnya. Sementara Kartika Wwrjoatmodjo sudah ditarik ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Wakil Erick Thohir.

“Pak Royke kan, sudah (ditetapkan),” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Senin, (9/12/2019).

Jabatan tersebut resmi disandang Royke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya bakal digelar siang ini. Bersamaan dengan itu, Royke juga akan menanggalkan jabatan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri.

Selain Royke, Erick juga menunjuk ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib sebagai Wakil Komisaris Utama (Wakomut).

“Alhamdulillah Pak Chatib Basri yang bekas menteri keuangan bsia membantu Bank Mandiri, supaya bisa juga bersaing di Asia Tenggara, tapi juga terus berkembang di Indonesia,” kata Erick.

Sebagai informasi, Royke bergabung dengan perusahaan pelat merah ini pada 1999 melalui Bank Dagang Negara (BDN). BDN digabungkan dengan Bank Bumi Daya, Bank Ekspor Impor Indonesia (Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) menjadi Bank Mandiri pada Juli 1999. Saat itu, Royke menduduki posisi Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Pada 2007, Royke dipromosikan menjadi Group Head Regional Commercial Sales I. Pada Agustus 2009, ia merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas. Pada Mei 2010, dia ditunjuk menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan setahun kemudian.

Pada Mei 2011, Royke pun diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions and Special Asset Management. Sebelumnya akhirnya Royke ditunjuk sebagai Direktur Corporate Banking hingga saat ini.

Baca Juga:  Dorong Eksplorasi, IPA Minta Pemerintah Perkuat Kerja Sama

Berdasarkan situs perusahaan, Royke meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Manajemen dari Universitas Trisakti pada tahun 1987. Kemudian Royke mendapatkan gelar Master of Business Finance dari University of Technology Sydney pada 1999.

Continue Reading

Fintech

GoPay Error, Netizen: Udah Dandan Cantik Nih!

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – GoPay, layanan dompet digital milik Gojek dilaporkan sedang tidak dapat digunakan alias eror. Informasi ini diketahui dari keluhan sejumlah pengguna di Twitter.

Berdasarkan pantauan Korporat.com, Rabu, (4/12/2019), banyak pengguna yang mengeluh saat ini tidak dapat memakai GoPay sebagai opsi pembayaran untuk seluruh transaksi.

Berikut keluhan para netizen seperti dirangkum Korporat.com:

Selain itu, ada juga netizen yang mengeluhkan tak bisa pulang lantaran tidak membawa uang tunai hingga memilih menggunakan alternatif moda transportasi lain.

Baca Juga:  KPK: Masih Ada Menteri Belum Lapor Kekayaan
Continue Reading

Bank

BCA Bakal Rilis Kartu Flazz Baru, Bisa Top Up di m-Banking

Restu Fadilah

Published

on

Korporat.com

KORPORAT.COM, JAKARTA – Kabar gembira datang bagi para penguna uang elektronik. Sebab PT Bank Central Asia bakal meluncurkan kartu Flazz terbaru.

Nantinya, Kartu Flazz generasi kedua ini akan memiliki kecanggihan berupa top-up atau isi ulang saldo Flazz BCA melalui aplikasi Mobile Banking BCA. Dengan begitu, Anda cukup mengandalkan sentuhan jari di layar ponsel tanpa perlu lagi datang ke gerai ATM untuk mengisi saldo Flazz BCA.

“Ini bocoran, kami persiapkan supaya flazz card kita bisa top up dengan aplikasi jadi tanpa harus ke ATM, sekarang kan harus ke ATM harus ke kantor cabang untuk top up flazz,โ€ ujar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja ditemui di Menara BCA, Jakarta Pusat, Selasa, (4/12/2019).

Rencananya, layanan ini bisa efektif berjalan pada akhir 2019 ini.

โ€œPersiapan ke arah itu sudah terus dilakukan, mudah-mudahan akhir tahun ini bisa kita launch Flazz card baru yang bisa top up melalui aplikasi. Jadi, Anda tidak usah ke ATM,โ€ jelasnya.

Jahja menambahkan, untuk tahap awal akan diterbitkan kartu uang elektronik sebanyak 200.000 kartu. Selanjutnya, akan menyusul sesuai permintaan.

โ€œKami rasa bisa terkejar. Kami akan terbitkan sekitar 200.000 kartu untuk gelombang pertama. Sesuai permintaanlah,โ€ tandasnya.

Baca Juga:  Mobile Banking BCA Error
Continue Reading

POPULAR